Pelajaran Dari Peristiwa Isra’ wal Mi’raj: Pesanan Nabi Ibrahim عليه السلام kepada Umat Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم
عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رضي الله عنه، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وآله وسلم : لَقِيْتُ إِبْرَاهِيْمَ – لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِيْ – فَقَالَ : يَا مُحَمَّدُ ، أَقْرِئْ أُمَّتَكَ مِنِّي السَّلاَمَ ، وَ أَخْبِرْهُمْ أَنَّ الْجَنَّةَ طَيْبَةُ التُّرْبَةِ ، عَذْبَةُ الْمَاءِ ، وَأَنَّهَا قِيْعَانٌ ، وَأَنَّ غِرَاسَهَا سُبْحَانَ اللهِ ، وَالْحَمْدُ ِللهِ ، وَ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ (رواه الترمذي)
Artinya: Dari Ibnu Mas’ud رضي الله عنه, beliau berkata: Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم bersabda: “Saya bertemu dengan Nabi Ibrahim عليه السلام – ketika malam saya diisra’kan – dan Baginda bersabda: Wahai Muhammad, sampaikanlah salam dari padaku kepada ummatmu [1] , dan beritahukanlah kepada mereka, bahawasanya syurga itu bagus tanahnya, tawar airnya, dan bahawasanya tanahnya rata, dan bahawasanya tanam-tanamannya adalah:
سُبْحَانَ اللهِ ، وَالْحَمْدُ ِللهِ ، وَ لآ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ
(Hadits riwayat at-Turmidhi. Berkata Imam at-Turmidhi: Hadits hasan)
Dalam satu riwayat: Kemudian Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم memberitahu para shahabat, bahwa barangsiapa yang mengucapkan empat kalimah tersebut, bagi setiap satu kalimat akan ditanamkan baginya sebuah pohon di dalam syurga.
[1] – Maulana Muhammad Zakariyya al-Kandahlawi berkata di dalam kitab beliau Fadhilah Dhikir: Para ulama menulis bahwa barangsiapa yang telah menerima hadits ini hendaklah menjawab salam Nabi Ibrahim عليه السلام:
وعليه السلام ورحمة الله وبركاته
Keterangan ringkas: Kalimat dhikir diatas dinamakan juga dikenali sebagai al-Baqiyatus Shalihat.
Firman Allah Ta’ala di dalam surah al-Kahfi, ayat 46:
ٱلْمَالُ وَٱلْبَنُونَ زِينَةُ ٱلْحَيَاةِ ٱلدُّنْيَا وَٱلْبَاقِيَاتُ ٱلصَّالِحَاتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَاباً وَخَيْرٌ أَمَلاً
Ertinya: Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi ‘amalan-‘amalan yang kekal lagi sholeh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.
Tersebut di dalam tafsir Ibnu Katsir, Ibnu ‘Abbas, Sa’id ibnu Jubair serta lain-lain kalangan ulama salaf dan bukan hanya seorang mengatakan bahwa yang dimaksudkan dengan ‘al-Baaqiyaatus Shoolihaat’ ialah sholat lima waktu.
Ata ibnu Rabah dan Said bin Jubair telah meriwayatkan daripada Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما bahwa yang dimaksudkan dengan ‘al-Baaqiyaatus Shoolihaat’ ialah ucapan:
سُبْحَانَ اللهِ ، وَالْحَمْدُ ِللهِ ، وَ لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ
Dan begitu juga ketika ditanyakan kepada Amirul Mukminin Utsman bin ‘Affan رضي الله عنه daripada ‘al-Baaqiyaatus Shoolihaat’, apakah maksudnya, maka beliau رضي الله عنه menjawab: Ianya,
لا إله إلا الله، وسبحان الله، والحمد لله، والله أكبر،ولا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم
- riwayat Imam Ahmad.
Malik telah meriwayatkan dari Imarah ibnu ‘Abdullah ibnu Shayyad dari Sa’id bin Musayyib yang mengatakan bahwa ‘al-Baaqiyaatus Shoolihaat’ adalah kalimah:
سُبْحَانَ اللهِ ، وَالْحَمْدُ ِللهِ ، وَلاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ ، وَلاَحَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللهِ
Mujahid mengatakan, yang dimaksudkan dengan ‘al-Baaqiyaatus Shoolihaat’ ialah ucapan:
سُبْحَانَ اللهِ ، وَالْحَمْدُ ِللهِ ، وَلاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ ، وَاللهُ أَكْبَرُ
Ibnu Jarir mengatakan: Saya menjumpai di dalam kitab saya sebuah hadits dari al-Hasan ibnus Sabbah al-Bazzar dari Abu Nasr at-Tammar dari ‘Abdul ‘Aziz ibnu Muslim dari Muhammad ibnu Ajlan dari Sa’id al-Maqbari dari ayahnya dari Abu Hurairah رضي الله عنه yang mengatakan bahwa Rasulullah صلى الله عليه وآله وصحبه وسلم pernah bersabda:
سبحان الله، والحمد لله، ولا إله إلا الله، والله أكبر، هن الباقيات الصالحات
Ertinya: سبحان الله- الحمد لله- لاإله إلا الله- الله اكبر semuanya adalah ‘al-Baaqiyaatus Shoolihaat’ (‘amalan-‘amalan yang kekal lagi sholeh)
Untuk mengetahui mengenai fadhilat atau kelebihan kalimat-kaliamat ini, maka kalian bacalah di dalam kitab fadhilat dhikir karangan Maulana Muhammad Zakariyya a-Kandahlawi. Diterangnya panjang lebar.
Ahkirkata, hidupkanlah hati kita dengan sentiasa membasahi lidah dengan dhikrullah. Berdenyut nadi kita dengan dhikrullah. Dan perbanyakkanlah mengucapkan ‘al-Baaqiyaatus Shoolihaat’. Adapun kalimah ‘al-Baaqiyaatus Shoolihaat’ ini juga terhimpun di dalam Ratib al-Aidarus, Ratib al-Atthas dan juga Ratib al-Haddad. Maka sesiapa yang mengamalkan ratib-ratib tersebut, maka secara tidak langung dia juga berdhikir dengan ‘al-Baaqiyaatus Shoolihaat’.
Sekian. والله أعلم
Rujukan:
1 – Kumpulan Hadits Nabawi Riwayat 10 Shahabat – Jilid 1 oleh Syaikh Muhammad Nuruddin Marbu al-Banjari al-Makki.
2 – Tafsir Ibn Katsir
3 – Fadhilat Dhikir karangan Maulana Muhammad Zakariyya a-Kandahlawi
Sumber : al fanshuri



















17 Habaib Berpengaruh Di Indonesia
Biografi & peranan para Ulama zuriat Rasulullah S.A.W.
RM29.50
Habib Abdullah Al-Haddad mengungkapkan kepiluan hatinya saat para waliyullah pergi meninggalkan dunia fana. Betapa tidak, para waliyullah itulah yang senantiasa menyemarakkan bumi dengan munajatnya kepada Sang Khaliq
Obat Hati - RIngkasan Ihya' Ulumuddin daripada saduran ceramah Habib Umar bin Hafidz
Thariqah 'Alawiyah - ''Thariqah 'Alawiyyah merupakan tarekat sederhana, yang tidak berbunga-bunga, yang lebih menekankan aspek akhlak atau amali dalam praktik kesufian
Al-Allamah Syyid Muhammad bin salim bin Hafidz Al-Alawi Al-Husaini, ayah Habib Umar bin Hafidz, mencoba menguraikan hukum-hukum yang harus diketahui oleh kaum wanita dan adab-adab yang harus mereka terapkan, juga memberikan nasihat-nasihat berharga, yang berguna bagi kaum wanita.
Jalan Nan Lurus Sekilas Pandang Tarekat Bani 'Alawi ialah sebuah buku yang membicarakan tentang asal-usul keturunan Rasululullah SAW dan ulama-ulama yang berasal dari keturunan baginda SAW
Dikarang oleh Habib Novel bin Muhammad al-Idrus. Antara tajuk perbahasan ialah, Makna berkah,Mencari berkah dll
Rasulullah SAW. Mempunyai Keturunan & Allah SWT Memuliakannya
Pengarang: Ir. Sayyid Abdussalam Al-Hinduan, M.B.A.
Penerbit: Cahaya Hati, Cetakan 1 Februari 2008
Terdapat 2 jilid dalam Jilid pertama penulis membahaskan seputar permasalahan Ziarah Kubur, Tawassul dan Tahlil dan jilid kedua seputar Maulidur Rasul-sunnah atau bid'ah
Buku ini ditulis oleh KH Drs. Habib Syarief Muhammad Alaydarus, buku ini lebih baik dari segi isinya, susunan huruf dan baris arabnya dan makna terjemahannya
Bertanya adalah kunci untuk memahami rahasia-rahasia ilmu dan menyingkap kegaiban yang tersimpan dalam hati oleh Oleh Naufal (Novel) Muhammad Al-‘Aidarus
Buku ini ditulis oleh ulama besar berkaliber internasional yang berasal dari Hadhramaut, Yaman, yakni Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.
Adda’i ilallah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syaikh Abubakar bin Salim dikenal memiliki kelebihan dalam menyampaikan nasihat-nasihatnya, sehingga menyentuh hati orang yang mendengarkannya
Hidup adalah pengembaraan di atas samudera luas. Tiada hari tanpa digoyang gelombang. Belum lagi tiupan badai, yang tak jarang membuat seseorang berputus asa. Penuntun itu adalah petunjuk Allah SWT melalui Rasul-Nya, Muhammad SAW. Ajaran beliau adalah kompas hidup terbaik. Dan inilah yang disajikan oleh Husein Anis Habsyi, cicit pengarang Maulid Simthud Durar, Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi
Shalat adalah ruh segala amal, hakikat tingkat hubungan seorang hamba dengan sang Khalik, rahasia keindahan wujud sejak dahulu kala, dan menjadi perantara munculnya cahaya yang tersembunyi dibalik jasmani karangan Habib Hassan Al Jufri.
Buku ini akan memberikan insight (pemahaman) tentang misteri manusia dan aktivitas abstrak yang memotivasi amal mereka. Buku ini membahas seluk beluk hawa dan nafs karangan Habib Muhammad Abdullah Al-Idrus
Oleh: Al-Allamah al-Habib Ali bin Hasan al-Aththas
Buku ini merupakan terjemahan Al ‘Athiyyatul Haniyah karya Al-Allamah al-Habib Ali bin Hasan al-Aththas, seorang ulama terkenal di abad ke 12 H khususnya di wilayah Hadramaut, Yaman.Buku ini berisi tentang wasiat-wasiat yang sangat penting untuk diketahui dan diamalkan oleh kaum muslimin yang mengharapkan keridhaan Allat SWT serta kebahagian di dunia dan di akhirat.
Sayyid Muhammad bin Ahmad Asy-Syathiri berusaha mencoba merangkum dan menjabarkan risalah tentang hikmah shalat lima waktu ini dengan bahasa yang simple dan mudah dipahami
Buku ini merupakan pilihan dari 2 kitab karya Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad yakni Nafaisul ‘Uluwiyyah fil Masailis Shufiyyah dan Ithafus Sail Bijawabil Masail, kedua kitab ini memuat kumpulan soal Tanya jawab tasawuf dari persoalan-persoalan yang sangat sederhana sampai yang paling pelik.

Komen Terbaik