Posted by: Habib Ahmad | 20 Jun 2014

WASIAT GURU MULIA DALAM MENGHADAPI BULAN RAMADHAN

بســــم الله الرحمان الرحيم
الحمد لله رب العالمين حمداً يوافى نعمه ويكافئ مزيده

للهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم
اللهم بارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد
كما باركت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم
في العالمين إنك حميد مجيد
– Selawat Ibrahimiyyah

اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت خلقتني وأنا عبدك
وأنا على عهدك ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت
– Sayyidul Istighfar

الســــلام عليكم ورحمة الله وبركـــاته

As-Salamu’alaikum warahmatuLlahi wabarakatuh. Al Hamdulillah wasy-SyukruliLlah, yang telah melanjutkan usia kita dalam ni’mat Iman, Islam dan Ihsan, dalam keadaan sihat wal’afiah dan sesungguhnya kepada ALLAH jualah tempat kita kembali.

Saudara-saudariku yang Dimuliakan ALLAH, insya’ALLAH, tidak lama lagi, kita akan berada di dalam bulan yang penuh berkah, rahmah, pengampunan, kebahagiaan dan ganjaran dari ALLAH ‘Azzawajalla. Bulan yang dirindui dan senantiasa dinanti-nantikan oleh ummat Nabi Muhammad ibn ‘AbdiLlah ShalALLAHu’Alaihi wa Alihi waShahbihi waSallam, penghulu segala bulan iaitu bulan Ramadhan.

Dengan itu, insya’ALLAH, hamba ingin mengambil kesempatan pada hari yang berbahagia ini untuk berkongsi sama sekali lagi salah sebuah wasiat dari Guru Mulia kita bersama, al-Musnid al-‘Allamah al-Hafiz al-‘Arif biLlah ad-Dai’e iLlah al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafiz BSA, HafizahuLlah wa Ra’ah, dalam ceramah beliau dalam menghadapi bulan Ramadhan yang disampaikan kembali oleh Guru Mulia kita bersama, ad-Dai’e iLlah al-Habib Munzir bin Fuad bin ‘Abdurahman bin ‘Ali al-Musawa, ‘Alaihi RahmatuLlah, “Saya mengulas sebagian wasiat-wasiat Guru Mulia, bahawa seyogyanya ada 3 hal yang harus kita laksanakan di awal bulan Ramadhan ini, yaitu:

1. Gembira dan senang dengan datangnya bulan Ramadhan, sebagaimana firman ALLAH سبحانه وتعالى :
“Katakanlah (wahai Muhammad صلى الله عليه وسلم) dengan datangnya Anugerah ALLAH dan RahmatNYA. Maka dengan itu hendaknya mereka bergembira.”
(Yunus ayat 58)

Dan juga Sabda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم :
“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan dengan menjaganya dengan segenap kemampuannya, maka diampunilah seluruh dosanya yang telah lalu.”
(Hadiths Riwayat Bukhari dan Muslim رحمة الله تعالى عليهم أجمعين)

Dan diriwayatkan oleh Salman رضي الله تعالى عنه, bahwa RasuluLlah صلى الله عليه وسلم menyampaikan ceramahnya pada kami di hari terakhir bulan Sya’ban :
“Wahai para manusia sekalian, telah menyelimuti kalian bulan Agung yang penuh keberkahan, bulan yang padanya suatu malam yang lebih mulia dari 1,000 bulan, ALLAH menjadikan puasa di bulan ini merupakan hal yang fardhu (wajib), dan menjadikan Qiyam (tarawih) merupakan hal yang sunnah, barangsiapa yang beribadah dengan satu macam kebaikan maka sama saja pahalanya dengan menjalankan ibadah yang fardhu, barangsiapa yang beribadah dengan hal yang fardhu maka seakan ia telah mengerjakan 70X hal fardhu tersebut, inilah (Ramadhan) merupakan bulan kesabaran, dan balasan atas kesabaran adalah Syurga, inilah bulan kita saling membantu satu sama lain, inilah bulan dimana ALLAH menumpahkan rezekiNYA bagi orang mukmin.”
(Hadiths Riwayat Imam Ibn Khuzaimah رحمة الله تعالى dalam shahihnya)

2. Menjaga diri dan berhati-hati dari hal-hal yang membuat kita terhalangi dan terusir dari kemuliaan Ramadhan, diantaranya adalah :

menjaga lidah kita dari berdusta dan menjaga pula perbuatan kita dalam kedustaan dan penipuan,
juga ucapan-ucapan buruk dan perbuatan buruk
dari berbuka puasa dengan makanan haram dan syubhat,
dari perbuatan yang menjatuhkan pahala puasa seperti memandang aurat yang bukan muhrimnya,
dari berdusta dan membicarakan aib orang lain,
dari memutuskan hubungan silaturahmi,
dari minum arak, ganja dan narkotika,
dari dengki dan kebencian terhadap sesama muslimin, dan dari berbuat durhaka pada kedua orang tua.

Dan berhati-hatilah wahai mukimin dari berbuka puasa tanpa sebab yang jelas, Sabda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم :
“Barangsiapa yang berbuka di hari Ramadhan tanpa sebab sakit, atau safar, atau udzur syar’i lainnya, maka tiadalah ia akan bisa membayarnya walaupun ia berpuasa sepanjang masa.”
(Hadiths Riwayat Tirmidzi, Nasa`i, Abu Daud, Ibn Maajah, Ibn Khuzaimah dan Imam Baihaqi رحمة الله تعالى عليهم أجمعين)

Maka berhati-hatilah wahai mukmin dalam menjaga keadaan puasamu, dan jangan pula kau berbuka puasa sebelum yakin telah tiba waktunya, karena sunnah untuk bersegera dalam buka puasa adalah setelah yakin sepenuhnya telah masuk waktu berbuka puasa.

3. Yang terakhir adalah bersungguh-sungguh dalam menghadapi hujan anugerah di bulan mulia ini, dan bersungguh-sungguh mendapatkan anugerah berlipat gandanya berbagai pahala dan di bentangkannya kesempatan untuk meraih derajat yang agung. Telah bersabda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم :
“Sesungguhnya ALLAH telah mewajibkan bagi kalian berpuasa di siang harinya dan telah pulah mensunnahkan bagi kalian mendirikan shalat sunnah di malam harinya (tarawih), barangsiapa yang melakukan keduanya dengan keimanan dan kesungguhan, maka ia akan lepas dari seluruh dosanya sebagaimana saat ia baru dilahirkan oleh ibunya.”
(Hadiths Riwayat Imam Nasa`i رحمة الله تعالى)

Maka seyogyanya kita memperbanyak berbagai amal ibadah di bulan mulia ini, terutama menjaga shalat lima waktu dengan berjamaah, dan ketahuilah bahwa menjamu orang lain berbuka puasa merupakan hal yang agung pahala nya, sabda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم :
“Barangsiapa yang menyediakan buka puasa bagi yang berpuasa dibulan Ramadhan, maka diampuni seluruh dosa nya, dan kebebasan bagi nya dari api neraka, dan ia mendapatkan pahala puasa tersebut.”
(Hadiths Riwayat Ibn Khuzaimah رحمة الله تعالى dalam shahih nya)

Sabda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم :
“Barangsiapa yang menyediakan buka puasa bagi orang yang berpuasa Ramadhan dengan makanan dan minuman yang halal, maka akan bershalawatlah para Malaikat baginya sepanjang waktu Ramadhan, dan akan bershalawatlah padanya Malaikat Jibril dimalam Lailatulqadr.”
(Hadiths Riwayat Imam Thabrani رحمة الله تعالى)

Sabda RasuluLlah صلى الله عليه وسلم :
“Diberikan untuk ummatku dibulan Ramadhan lima hal yang tidak diberikan pada para Nabi sebelumku, yaitu saat malam pertama bulan Ramadhan, ALLAH memandangi mereka dengan iba dan kasih sayangNYA, dan barangsiapa yang dipandangi ALLAH dengan iba dan kasih sayangNYA maka tidak akan pernah diseksa selama-selamanya, yang kedua adalah aroma tidak sedap dari mulut mereka di sore harinya lebih indah dihadapan ALLAH daripada wanginya Misk (bau tidak sedap orang yang berpuasa akan menyusahkan mereka dan akan membuat mereka merasa terhina, namun balasan untuk keredhaan mereka karena hal yang tidak mereka sukai dan perasaan terhina itu adalah justeru di sisi ALLAH hal itu sangatlah mulia), yang ketiga adalah sungguh para malaikat memohonkan pengampunan dosa bagi mereka sepanjang siang dan malam, yang keempat adalah ALLAH memerintah kepada Syurga seraya berfirman : “Bersiaplah engkau (wahai Syurga), dan bersoleklah untuk menyambut hamba-hambaKU, AKU iba melihat mereka, barangkali mereka mesti beristirehat karena kepayahan menghadapi kehidupan mereka didunia untuk menuju Istana-IstanaKU dan Megahnya KedermawananKU”, yang kelima adalah ketika malam terakhir dibulan Ramadhan maka diampunilah bagi mereka seluruhnya, maka bertanyalah seorang sahabat : “Apakah itu hadiah orang yang mendapatkan Lailatulqadr Wahai Rasulullah?”, maka Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda : “Tidak, bukankah bila kau melihat para buruh bila selesai dari pekerjaannya harus segera dilunasi upahnya?”
(Hadiths Riwayat Imam Baihaqi رحمة الله تعالى)Maka ketahuilah bahwa RasuluLlah صلى الله عليه وسلم bersungguh-sungguh dalam beribadah pada bulan Ramadhan, lebih dari kesungguhannya di bulan lain, dan RasuluLlah صلى الله عليه وسلم sangat teramat bersungguh-sungguh dalam beribadah di 10 malam terakhir bulan Ramadhan lebih dari kesungguhannya di hari-hari Ramadhan lainnya.

Maka berpanutlah pada Imam mu Nabi Muhammad صلى الله عليه وسلم, janganlah tertipu dengan mengikuti kebiasaan sebagian orang yang bersungguh-sungguh di awalnya dan bermalas-malasan di akhirnya, karena kemuliaan justeru berpuncak pada akhirnya.

Wahai ALLAH perkenankan kami melewati kemuliaan Ramadhan, berpuasa dan menegakkan bermacam-macam amal mulia padanya, dari pembacaan al-Qur`an dan bertafakkur atas maknanya, serta menyambung silaturahmi serta berbuat baik dengan tetangga, dan selamat dari segala hal yang menghalangi kami dari kemuliaannya, dan Shalawat serta Salam atas Nabi Muhammad dan Keluarga serta Sahabatnya walhamduliLlahi Rabbil’Alamiin… amiin.” – SUMBER

اللهم بارك لنا في رجب وشعبان وبلغنا رمضان
اللهم إنا نسألك رضاك والجنة ونعوذ بك
من سخطك والنار برحمتك يا أرحم الراحمين

اللهم صل على سيدنا محمد
وأنزله المنزل المقرب منك يوم القيامة
اللهم صل على روح سيدنا محمد في الأرواح
وعلى جسده في الأجساد وعلى قبره في القبور

جزى الله عنا سيدنا محمداً
صلى الله عليه وآله وسلم ما هو أهله
بارك الله فيكم وجزاكم الله خير الجزاء
الله تعالى أعلم بالصواب والحمد لله رب العالمين


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: