Posted by: Habib Ahmad | 22 September 2013

CANDAAN HABIB MUNDZIR AL MUSAWA

0
Suatu ketika di majelis menjelaskan Syarah kitab risalatul jamiah ,jama`ah asyik larut dalam penjelasan, tak terasa waktu terus bergulir hingga pukul sepuluh malam, sayyidilakram habibana Munzir melirik jam tangannnya dan berkata didepan para jama`ah :
Terus…..
Serentak jam`ah berkata : terus..ya habib
Tersenyum indah sang habib dan berkata : ini jam masjid di almunawar kok berbeda ya dengan jam saya, barangkali peringatan para khatib jum`at agar jangan terlalu lama bila berkhutbah…senyum beliau..
Dilain waktu ketika jamaah sedang asyik larut mendengarkan penjelasan kitab risalatuljami`ah, ketika itu waktu sudah cukup malam
Beliau berkata di hadapan para jam`ah….terus……?
Serentak jama`ah berkata:
Lanjut ya habib..sampai subuh bila perlu…
Maka sang habib berkata ; ente Aja, Ana mau pulang senyum indah beliau mengembang
Suatu ketika habibana Munzir Allahu yarham melihat jam didinding di masjid lalu beliau melihat jam tanngannya
Ini kok beda antara jam di masjid perbedaan sekitar 10-15 menit
Kalo dalam film-film ketika para pasukan akan menyerang lawan, maka pimpinannya berkata:
“Mari samakan jam”…..senyumindah beliau
Suatu ketika di hadapan para jamaah majelis Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
Beliau bila sedang mengajar di samping beliau ada habib basyaiban yang selalu setia mendampingi beliau
Lagi asyik membahas kitab risalah Al Jami`ah karya Al Allamah Habib Zein Al Habsy,
Jamaah mau lanjut apa pulang….
Habibana mendengarkan para jam`ah ada yang mau lanjut, ada yang mau cepet2 pulang barangkali..
Hah..
Berkata beliau : hah pulang…(sambil tersenyum)
Terus ..lu mau tinggalkan gue itu? Di sini bersama habib basyaiban?
(tambahan penulis biasanya anak muda gaul ibukota sering berkata demikian, barangkali melihat iklan di televisi)
Tersenyum para jam`ah mendengar candaan beliau
Dilain waktu ketika sedang asyik memberikan tausyiah, para jam`ah larut asyik mendengarkan khabar-khabar mulia tentang Allah dan Syariah suci sayyidina Muhammad shalallahu alaihi wasallam
Berkata habibana Munzir kepada para jama`ah?
Mau lanjut ?
Serentak jamaah menyahut..lanjut ya habib..
Lu aja , gue mau pulang.. senyum beliau
(ketika itu waktu sudah melewati pukul sepuluh malam)
Begitulah hari-hari beliau bersama jama`ah majelis Rasulullah shalallahu alaihi wasallam
Beliau menjelaskan dalam mengajar kitab fiqh jangan terlalu serius, jangan terlalu tegang selingi dengan candaan, biar enggak bludrek (bahasa Jawa artinya kurang lebih biar enggak stress)
Wallahu`alam
Allahumma shalli alaa ruuhi sayyidina muhammadin fil arwah, wa ‘ala Jasadihi filjasad, wa alaa Qabrihi filqubuur”
Artinya
(wahai Allah limpahkan shalawat pada Ruh Sayyidina Muhammad di alam arwah, dan limpahkan pula pada Jasadnya di alam Jasad, dan pada kuburnya di alam kubur
dan jangan Lupa membaca Al-qur’an, jangan lewatkan seharipun tanpa membaca Al-qur’an jadikan bacaan yg paling anda senangi, berkata Imam Ahmad bin Hanbal, Cinta Allah besar pada pecinta Alqur’an, dengan memahamainya atau tidak dg memahaminya


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: