Posted by: Habib Ahmad | 10 September 2013

Ketika Seorang Wali Allah swt Berceramah..

Syeich Abdul Qadir `Al-Jailani sangat masyhur kewaliannya, seorang dengan berbagai julukan, qutb rabbani, seorang sufi yang agung, seorang yang sangat mencintai dan dicintai Allah dan sayyidina Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Beliau bila berceramah menggunakan bahasa yang sangat sederhana, anak beliau yang telah menimba ilmu dan gemar berceramah satu ketika berkata di dalam hatinya jika diizinkan berceramah tentu aku akan berceramah dan membuat para hadirin akan menangis.

Suatu hari syeich Abdul Qadiq Al Jailani ingin mendidik putranya, dan berkata wahai putraku, bangkitlah dan berceramahlah….
Si anak kemudian berceramah dengan sangat bagus, namun tidak ada seorangpun yang menangis apalagi khusus`, para hadirin merasa bosan mendengar ceramahnya, padahal si anak telah banyak mengeluarkan Al Quran dan hadis nabawy.

Setelah selesai, maka naiklah syeick Abdul qadir ke atas mimbar lalu berkata:

“Para hadirin, tadi malam istriku, menghidangkan ayam panggang yang sangat lezat, tetapi tiba-tiba datang seekor kucing dan memakannya.”

Mendengar ucapan ini, para hadirin menjerit, menangis..

Aneh…aku bacakan Al-qur`na, hadis nabi, syair dan berbagai akbar tak seorangpun yang menangis. Tapi ketika ayahku menyampaikan ucapan yang tidak ada artinya, mereka justru menangis. Sungguh aneh, apa penyebabnya?

Al Arif Billah Al Allamah Al Musnid Habib Umar bin Hafidz menjelaskan inti ceramah bukan pada susunan kalimat, tapi pada kesucian hati dan sifat sidq si pembicara.

Sewaktu syeich Abdul qadir al jailani berceramah, para hadirin yang menangis mengartikan kucing dalam cerita beliau sebagai “Setan” yang mencuri amal anak cucu Adam dengan cara menimbulkan sikap Riya`, Ujub, sombong.

Ada pula para hadirin yang menangis, menjerit mengartikan seseorang yang wafat dalam keadaan Su`ul khatimah, yakni ia membayangkan seseorang yang banyak beramal shalih namun di akhir hayatnya berakhir dengan su`ul khatimah (wafat dalam keadaan buruk)

Mereka semua menangis dan merasa takut kepada Allah Ta`ala hanya karena ucapan biasa.
Sesungguhnya ucapan biasa itu telah membuat mereka berpikir, menerbitkan cahaya di hati mereka, berkat cahaya yang memancar di hati syeich Abdul Qadir Al Jailani

Wallahu`alam


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: