Posted by: Habib Ahmad | 26 Julai 2013

Misi 2: PISAHKAN UMMAT ISLAM DARI NABINYA

Misi ini penting, mengingat ikatan emosiaonal ummat islam dengan Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wasallam- adalah faktor fital yang mampu membuat Ummat Islam rela mengorbankan segalanya.

Adapun Fatwa dan Tindakan yang disinyalir “Mendukung” misi tersebut adalah :
1. HARAMNYA BEPERGIAN MENZIYARAHI (QUBBATUL HADHROO’) MAQBAROH ROSULULLOH SAW

Anda yang pernah menziyarahi Makam Rosululloh –shollallohu ‘alaihi wasallam-pasti tahu effek emosiaonal bagi penziyarah baik ketika berziyarah ataupun sesudahnya…. Betapa hati yang normal takkan mampu membendung air mata ketika berada di pusara mulia beliau… Rasa haru, bahagia, malu, rindu, bangga, terimakasih, bercampur dalam sebuah hidangan istimewa berupa “Mahabbah” (rasa cinta) yang tidak dapat diungkapkan dengan kata….
Anehnya menurut teman-teman yang pernah muqim di Saudi, ada ulama’ kebanggaan Wahabi (maaf tidak disebut nama karena orangnya sudah meninggal) yang bersyukur karena tidak pernah menziyarahi makam Nabi selama 25 tahun tinggal di Madinah…hingga pra santri disana bilang : “Memang Nabi nggak mau ketemu anda”….

2. HARAMNYA PELAKSANAAN MAULID NABI SAW

Mereka sadar betul akan effek tumbuhnya rasa cinta kepada Nabi Muhammad –shollallohu ‘alaihi wasallam- melalui pujian dan pembacaan siroh Nabi yang ada dalam kitab-kitab maulid yang identik lebih mengangkat sisi Irhash dan Mu’jizat Nabi. Fakta telah membuktikan effek Maulid yang terjadi pada masa Sholahuddin Al Ayyubi, bahkan fakta terbaru adalah betapa dahsyat effek “Sholawat Badar” dalam membakar semangat ummat Islam guna menumpas PKI.

3. HARAMNYA TAWASSUL DENGAN NABI SAW SETELAH WAFAT

Hal ini jika kita cermati argument mereka kita dapati sebuah fakta : Menghilangkan atau setidaknya mengurangi pemahaman Ummat Islam terhadap Nabinya dalam aspek Nubuwwah dan lebih menonjolkan aspek Bsyariyah Nabi (sisi kemanusiaan). Bukti dari effek tersebut adalah pernyataan Ulama kebanggaan mereka yang menyatakan bahwa : ”Tongkatnya lebih berguna daripada Rosululloh yang sudah wafat”.
Dan bukti lain adalah sikap Prof. Salim Bajri ketika berdialog dengan Buya Yahya dalam Tema “Sampainya Pahala Kebaikan Yang dihadiahkan untuk orang-orang yang telah meninggal”. Dalam dialog tersebut sang Prof tidak puas ketika diajukan hadits shohih dari Imam Al Bukhori dengan dalih Nabi Muhammad bisa salah berdasar QS: ‘Abasa…

4. MENGHILANGKAN SITUS-SITUS BERSEJARAH YANG BERKAITAN DENGAN ROSULULLOH SAW DAN PARA SAHABAT

Effek yang ditimbulkan dari tindakan tersebut adalah : Hilangnya bukti fisik perjuangan Rosululloh dan para sahabat yang dapat membangkitkan semangat dan keimanan Ummat Islam.
Jika dalam penghancuran situs-situs bersejarah tersebut Salafi/Wahabi beralasan “Syaddudz Dzari’ah” (mencegah kemungkaran yang mungkin ditimbulkan) yakni sikap “Ghuluw” (berlebihan), maka faktanya mereka mengalihkan sikap “Ghuluw” tersebut kepada Syeh Al ‘Utsimin dengan membangun museum Yayasan Al ‘Utsaimin. Dimana dalam museum tersebut tidak hanya karya sang Syekh yang dihormati, bahkan pena terakhir sang Syekh-pun ditempatkan ditempat khusus dalam etalase mahal… aneh…


Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

%d bloggers like this: