Konsep Pemahaman Mendukung dan Membantu Dakwah Rasululullah dengan Harta Published on July 5, 2010 in Artikel Islam. 3 Comments

Artikel ini saya ambil dari mailing list resmi Majelis Rasulullah majelisrasulullah@yahoogroups.com

Percakapan antara ‘Budhi zutchi <pemudasuci@yahoo. com>’ dengan Habib Munzir Al Musawwa tertanggal 3 Juli 2010
Nb. yang tercetak tebal ialah perkataan habib munzir.

habibana,  bagaimana kiat menyadarkan diri kita untuk mendukung dan membantu dakwah Rasul saw ?

dijawab : Rasul saw tak butuh bantuan untuk dana dakwah beliau saw, tapi kita yg butuh dibantu Rasul saw, berapa besarnya kebutuhan kita pada Allah dan Rasul saw..?

jangan sejajarkan Rasul saw sebagai pengemis dan kita sebagai orang mampu yg hanya melirik dan memberi karena kasihan.. 

Allah swt berfirman di akhir surat Muhammad saw : Barangsiapa yg kikir, maka ia telah kikir pada dirinya sendiri, Allah maha kaya dan kalianlah yg miskin dan fakir, jika kalian tak perduli maka Allah akan menyingkirkan kalian dan mengganti kalian dg pengikut Nabi saw yg lebih baik, dan mereka tak akan berbuat seperti kalian.

lalu maaf habibana, kenapa habibana tampak gencar mengajak jamaah berinfak di malam selasa yg lalu dg hadits yg demikian jelas dan lugas?

dijawab :” sejak dulu MR butuh dakwah dan selalu tercukupi, namun sampai kapan saya biarkan jamaah tak diikut sertakan dalam keluhuran untuk masuk dalam satu perjuangan dg Rasul saw?

sekali lagi saya tekankan, Allah dan Rasul saw tidak butuh bantuan, kita yg butuh bantuan.  para salaf terdahulu tak mau bersedekah dg pakaian usang, pakaian usang dibiarkan mereka pakai atau sampai hancur dg sendirinya, ketika ditanya maka mereka menjawab : kami malu memberi Allah barang bekas dan kumuh, dan kami memakai pakaian bagus untuk tubuh kami, sedangkan diri kami adalah tak lebih dari bangkai.

kami malu memberi uang recehan untuk Allah, sedangkan pada diri kami harta yg banyak, padahal kesemuanya milik Allah.

kami malu jika kami dipanggil maju kehadapan Allah, dan semua amal kami dihadirkan, dan kami melihat amal kami hanyalah ibadah yg penuh cela,  pakaian usang dan uang sisa recehan.

semoga Allah memberi kita hidayah”.