Kasih sayang Ilahi – 4

Kalam Al-Habib Umar bin Muhammad Bin Hafidz

Sayyidina Abubakar Ash-Shiddiq pernah berjalan melewati pekuburan dan salah satu rambutnya jatuh ke tanah di pekuburan. Karena rambut beliau itu, siksaan kubur ditiadakan dari seluruh pekuburan. Jadi, ini dikarenakan berkat kecintaan Allah kepada hambaNya dan ini akan membawa manfaat terhadap orang-orang sekitar orang tersebut. Jika Allah mencintai seorang hamba, Dia akan mencintai apa-apa yang berada di sekitar hamba tersebut. Karena berkat cinta tersebut, Allah memberikan kepada yang lain.

Ada suatu cerita tentang seseorang yang tinggal pada jaman Syeikh Abdul Qadir Al-Jaelani. Orang tersebut terdengar berteriakan setelah ia dikubur. Orang-orang mendengarnya berteriak dari siksaan kubur dan mereka dapat mendengarnya dari jauh. Para sahabat Syeikh Abdul Qadir Jaelani bercerita kepada beliau, sehingga beliau lalu pergi menuju kubur tersebut. Orang-orang meminta kepada beliau agar dapat mendoakannya sehingga Allah mengangkat hukumannya.

Syeikh Abdul Qadir Jaelani bertanya kepada mereka,

“Apakah ia adalah salah satu sahabat kita?”

Mereka menjawab tidak. Beliau bertanya lagi,

“Pernahkah kalian melihatnya hadir pada salah satu majlis kita?”

Mereka menjawab tidak. Beliau bertanya lagi,

“Pernahkah ia masuk ke salah satu masjid kita dengan tujuan untuk mendengarkan ceramah-ceramah kita atau sembahyang bersama kita?”

Mereka menjawab tidak. Beliau bertanya lagi,

“Pernahkah kita melihatnya?”

Mereka menjawab tidak. Beliau bertanya lagi,

“Apakah ia pernah melihat kita?”

Mereka menjawab tidak. Lalu salah seorang dari mereka berkata,

“Tetapi, wahai guru, saya pernah sekali melihatnya berjalan di suatu jalan setelah engkau dan para sahabatmu baru saja selesai dari majlis dan ia melihat jejak jalanmu.”

Lalu Syekh Abdul Qadir Al-Jaelani menengadah kepada Allah dan berkata,

“Ya Allah, orang ini adalah orang yang pernah melihat debu jejak jalan kami setelah kami selesai majlis. Jika Engkau mencintai kami Ya Allah, kami memohon kepadaMu berkat kecintaanMu itu untuk mengangkat hukuman dan siksaan pada hamba ini.”

Pada saat itu juga, teriakan (dari kubur) itu berhenti.

bersambung…

(http://www.facebook.com/l/90e4f;bisyarah.wordpress.com/2010/05/22/kasih-sayang-ilahi-4/)