AKIDAH MENURUT AJARAN NABI: Pembahasan Kitab Durus Al-`Aqaid Ad-Diniyyah

Penulis: Habib Abdurrahman bin Saggaf Assegaf
Penerjemah: Hasan Husein Assegaf
Penerbit: Tama Publisher
Harga: Rp. 50.000

Perkara dasar yang wajib dipercayai dalam ilmu tauhid ialah perkara yang dalilnya atau buktinya cukup terang dan kuat yang terdapat dalam Al-Quran atau hadits yang shahih. Perkara ini tidak boleh dita’wil atau ditukar maknanya yang asli dengan makna yang lain.

Tujuan mempelajari ilmu tauhid adalah mengenal Allah dan rasul-Nya dengan dalil-dalil yang pasti dan menetapkan sesuatu yang wajib bagi Allah dari sifat-sifat yang sempurna dan mensucikan Allah dari segala sifat kekurangan dan membenarkan semua rasul-rasul Allah.

Sebelum mempelajari ilmu tauhid, seseorang harus mengetahui terlebih dahulu pengertian hukum. Karena dari pemahaman inilah seseorang akan benar dalam memahami pembahasan-pembahasan dalam ilmu ini.

Dengan memahami hukum, dengan tiga pembagiannya, yaitu hukum syari’at, hukum adat, dan hukum akal, Anda akan mengetahui secara pasti bahwa alam itu adalah makhluk, karena alam pasti baru. Bukti bahwa alam itu baru adalah alam selalu berubah.

Rumusannya, setiap yang berubah pastilah baru. Alam selalu berubah, maka alam adalah baru. Selanjutnya setiap yang baru pastilah membutuhkan kepada yang mengadakannya, karena mustahil ada dengan sendirinya, sebagaimana mustahil ia dapat berubah sendiri tanpa ada yang mengubahnya. Jika demikian halnya, alam adalah makhluk (ciptaan) dan yang menciptakannya itulah Khaliq (Pencipta). Dalam aqidah Islam, Yang Maha Pencipta itu adalah Allah SWT.

Untuk meyakini adanya Pencipta, yaitu Allah SWT, minimal kita harus memahami 20 sifat-Nya yang wajib, demikian pula 20 sifat-Nya yang mustahil, agar kita tidak tersesat dan keyakinan kita tidak tergoyahkan oleh pemahaman dan ajaran apa pun.

Selanjutnya Anda pun pada akhirnya akan meyakini sepenuhnya bahwa Allah mengutus rasul-rasulnya yang wajib bersifat siddiq, amanah, tabligh, dan fathanah.