Mimpi Allamah Al-Imam Syaikh Ahmad Al-Marzuqi Al-Maliki Radiyallahu’anhu bertemu Rasulullah SAW yang mengajar beliau Sifat 20.
Segala puji hanya bagi Allah SWT, Tuhan empunya sekalian Alam, Tiada Ia berhajat kepada selain-Nya, malah selain-Nya lah yang berhajat kepada-Nya. Selawat dan salam semoga dilimpahkan Allah SWT ke atas junjungan kita Sayyidina Nabi Muhammad SAW (Ya Allah tempatkan baginda di tempat yang terpuji sepertimana yang Kau janjikan Amin) Beserta Ahlulbayt dan Para Sahabat R.anhum yang mulia lagi mengerah keringat menyebarkan Islam yang tercinta. Dan kepada mereka yang mengikut mereka itu dari semasa ke semasa hingga ke hari kiamat…Ya Allah Ampuni kami, Rahmati Kami, Kasihani Kami …Amin

Amma Ba’du,

Kali ini, faqir suka untuk berkongsi dengan saudara/i sekalian yang dikasihi akan kisah mimpi yang dialami oleh Allamah Syaikh Ahmad Marzuki Al-Maliki Radiyallahu’anhu sehingga terhasilnya kitab beliau yang terkenal sehingga kini, Aqidatul Awwam. Faqir akan membukakan kitab Nuruz Zholam Syarah ‘Ala Aqidatil Awwam, iaitu syarah lanjut oleh Imam Nawawi Al-Banteni Radiyallahu’anhu atas kitab Aqidah Al-Awwam Cetakan Pustaka Mampir, Indonesia. Perkataan di dalam kurungan yang diboldkan merupakan matan dari Kitab Aqidah Al-Awwam, dan selainnya merupakan syarah dari Sayyidil Ulama’ Il-Hijjaz (Penghulu Para Ulamak di Tanah Hijjaz pada Zamannya) Al-Imam Nawawi Tsani (ke-2) Allamah Syaikh Nawawi Al-Banteni Al-Makki Radiyallahu’anhu.

Perlu diketahui, bahawa faqir tidak menjadikan kisah mimpi ini sebagai dalil hukum atau penetapan dasar-dasar tauhid, akan tetapi mimpi ini hanya dijadikan sebagai penguat, dan penambahan terhadap dalil-dalil yang sedia ada dari Quran, Sunnah dan Ijmak Ulamak. Apatah lagi mimpi ini datangnya dari seorang Alim Besar Mazhab Maliki, iaitu Al-Imam Ahmad Marzuki, kemudian disyarah pula oleh Imam Nawawi Banteni, dan kitab Aqidah Al-Awwam ini masih berjalan dan diajarkan sehingga ke hari ini. Demkian teksnya pada m/s 2:

(Ketahuilah) bahawa sesungguhnya sebab [asal mula] kitab nazhom ini adalah Nazhim [Syaikh Ahmad Marzuqi] bermimpi bertemu Nabi SAW di penghujung malam Juma’at, pada Juma’at pertama di bulan Rejab, hari ke-enam tahun 1258H, sedangkan para Sahabat RA berdiri di sekelilingnya.

Nabi SAW bersabda kepada SYaikh Ahmad Marzuqi : “Bacalah nazhom-nazhom tauhid, yang barangsiapa bisa menghafalnya, maka ia masuk syurga dan bisa menggapai tujuan dari setiap kebaikan yang sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah”

lalu Syaikh Ahmad Marzuqi bertanya kepada Nabi SAW : “Apa nazhom-nazhom itu , wahai Rasulullah?”

Para Sahabat RA berkata kepadanya : “Dengarkan dari Rasulullah apa beliau sabdakan.”

Lalau Rasulullah SAW bersabda : “Ucapkan olehmu *Aku memulainya dengan menyebut nama Allah dan Yang Maha Pengasih*”

Maka Nazhim berkata : “Aku memulainya dengan menyebut nama Allah dan Yang Maha Pengasih, sampai akhir nazhom, yaitu ucapannya [syairnya]:

Mushaf Nabi Ibrahim dan Nabi Musa itu* di dalamnya terdapat Kalam Allah Yang Maha Menghukumi dan Maha Tahu.

Sedangkan Rasulullah SAW mendengarkannya. Tatkala Sayikh Ahmad Marzuqi terjaga dari tidurnya, beliau membaca apa yang dilihat dalam mimpinya, maka beliau dapatkan nazhom-nazhom itu terhafalkan dalam dirinya dari awal sampai akhir.

Kemudian ketika datang malam Juma’at yaitu malam ke-28, hitungan dari Bulan Dzulqa’edah, Nazhim [Syaikh Ahmad Marzuqi] melihat Nabi SAW untuk kedua kalinya di waktu sahur di dalam mimpi.

Lalu Nabi SAW bersabda kepadanya: “Bacalah apa yang telah engkau himpun [hafal]”, yakni di dalam hatimu.

Lalu Syaikh Ahmad Marzuqi membacanya dari awal sampai akhir, [saat itu] ia berada di hadapan Nabi SAW, sementara Para Sahabat RA berada di sekeliling Nabi sambil mengucapkan: “Amin” setelah setiap bait dari nazhom itu.

Tatkala beliau telah selesai membacanya, Nabi SAW bersabda kepada beliau: “Semoga Allah Ta’ala memberi taufik padamu untuk melakukan sesuatu yang Dia redhai dan menerima amalmu itu, memberikan berkah atasmu dan memberikan manfaat [kitab ini] kepada semua hamba-Nya. Amin [semoga Allah mengabulkan do’a kita].

Tamat petikan kitab.

Maka, barangsiapa yang memiliki kitab Aqidah Al-Awwam ini, pasti mereka mengetahui bahawa bait-bait nazham di dalamnya menerangkan mengenai Ilmu Sifat 20. Milikilah kitab ini hai saudara/iku, semoga Allah SWT memberikan kefahaman pada agama-Nya kepada kita..Amin
http://kembaraimanku.blogspot.com/2010/10/mimpi-allamah-al-imam-syaikh-ahmad-al.html