Mengingat Kematian
Tuesday, March 24, 2009, 7:59
Isian ini ada pada kategori Dakwah
Ketahuilah Wahai Ummat Manusia bahwasannya selalu menginngat akan kematian itu disunnah kan dan harus benar2 ditekankan atas diri kita, bahwa kita akan meninggal dunia sebab apa bila kita selalu minggingat itu akan menimbulkan fadilah dan kebaikan atas diri dan hati kita salah satunya kita tidak terlalu banyak berangan-angan tentang dunia, dan akan menimbulkan sifat zuhud dari dunia yang fana’ ini, merasa cukup apa yang telah Allah berikan berupa rizki buat kita ( qona’ah ), lebih cinta kepada akhirat dan rajin beribadah kepada tuhan nya Allah, dan selalu berbuat kebaikan hanya ingin mendapatkan keridoaan Allah Swt. Ini semua apa bila kita selalu menginggatkan atas diri kita , kita akan menghadapi kematian. Nabi Muhammad Saw Berkata :

Ketahuilah Wahai Ummat Manusia bahwasannya selalu menginngat akan kematian itu disunnah kan dan harus benar2 ditekankan atas diri kita, bahwa kita akan meninggal dunia sebab apa bila kita selalu minggingat itu akan menimbulkan fadilah dan kebaikan atas diri dan hati kita salah satunya kita tidak terlalu banyak berangan-angan tentang dunia, dan akan menimbulkan sifat zuhud dari dunia yang fana’ ini, merasa cukup apa yang telah Allah berikan berupa rizki buat kita ( qona’ah ), lebih cinta kepada akhirat dan rajin beribadah kepada tuhan nya Allah, dan selalu berbuat kebaikan hanya ingin mendapatkan keridoaan Allah Swt. Ini semua apa bila kita selalu menginggatkan atas diri kita , kita akan menghadapi kematian. Nabi Muhammad Saw Berkata :

Perbanyaklah kalian menginggat atas kematian

Mengingat kematian bukan hanya di lisan saja yang mengatakan, kita akan mati, kita akan mati, itu sangat sedikit sekali manfaatnya, harus difikirkan dan dimasukkan didalam hatinya, berfikir nanti bagaimana mengahapi sakrotul maut, bagaimana keadaan kita ketika sakrotul maut, dan apa persiapan kita ketika maut menjemput kita. Apa dalam khusnul khotimah atau tidak.

Sebagian Ulama’ Salaf mengatakan : Lihatlah setiap sesuatu yang baik, yang kira-kira sesuatu itu merupakan suatu kebaikan dan seseuatu itu akan medapatkan rido Allah dan Rosulnya dan engkau suka mati dan keadaan itu, maka lazimkan sesuatu itu atau perbanyaklah berusaha tidak meninggalkannya, seperti contoh membaca Alquran tentunya kita senang dan berharap meninggal dalam keadaan membaca alquran maka lazimkan membacanya setiap waktu, sebab kita tidak tau kapan kita akan meninggal dunia.

Begitupun sebaliknya apa bila kita takut mati dalam keadaan tidak diredoi Allah maka jauh kan ha-hal yang bisa menimbulkan murka Allah dan bisa mnyebabkan kita mati dalam suulkhotimah.

Adapun takut atas mengahapi kematian itu merupakan sifat manusia, karena mebayangkan sakitnya,dosanya, dan terpisah denga orang-orang yang kita kasihi.

Nabi Muhammad Saw Berkata :

Siapa orang yang rindu, kangen dan cinta ingin bertemu dengan Allah maka Allah pun akan rindu ingin bertemu denganya, dan barang siapa yang tidak mau atau benci bertemu dengan Allah maka Allah pun tidak mau bertemu denganya.

Assayidah ‘Aisyah RA berkata kepada Rosulullah ” Ya Rosuulullah Kami semua takut akan kematian, Maka Nabib Muhammad Saw : Sesungguhnya orang ang beriman apabila mengahapi sakrotulmaut diberikan oleh Allah Swt kabar gembira dengan rahmat Allah dah kasih sayang Allah, sebaliknya apa bila orang tidak beriman atau orang kafir apabila dating ajalnya akan diberikan kabar gembira berupa azab allah.