Kisah Habib Munzir Al Musawa bertemu Habib Umar bin Hafidz untuk pertama kali!
Assalamu’alaikum wr. wb,
Ya Akhi, Agan – agan N’Semuanye aje yang di rahmati Allah serta senantiasa dalam naungan Istiqomahnya … kali ni Blog MUHIBIN masih mengulas tentang Habib Munzir punye cerite … di sini antum bakal baca cerite perjuangan Habib Munzir Bertemu dengan Sang Guru Besar Yaitu Habib Umar …. yudah yok, Agan – agan N’ Antum gag sabar kan pengen baca ni Habib Munzir Punye Cerite …. Sok Atuh Mangga di baca ….
Seraya Habib Munzir Berkata :
Kebahagiaan dan Kesejukan Rahmat Nya semoga selalu menaungi hari hari anda,
Saudaraku yg kumuliakan,
saya adalah seorang anak yg sangat dimanja oleh ayah saya, ayah saya selalu memanjakan saya lebih dari anaknya yg lain, namun dimasa baligh, justru saya yg putus sekolah, semua kakak saya wisuda, ayah bunda saya bangga pada mereka, dan kecewa pada saya, karena saya malas sekolah, saya lebih senang hadir majelis maulid Almarhum Al Arif billah Alhabib Umar bin Hud Alalttas, dan Majelis taklim kamis sore di empang bogor, masa itu yg mengajar adalah Al Marhum Al Allamah Alhabib Husein bin Abdullah bin Muhsin Alattas dg kajian Fathul Baari.
sisa hari hari saya adalah bershalawat 1000 siang 1000 malam, zikir beribu kali, dan puasa nabi daud as, dan shalat malam berjam jam, saya pengangguran, dan sangat membuat ayah bunda malu.
ayah saya 10 tahun belajar dan tinggal di Makkah, guru beliau adalah Almarhum Al Allamah Alhabib Alwi Al Malikiy, ayah dari Al Marhum Al Allamah Assayyid Muhammad bin Alwi Al Malikiy, ayah saya juga sekolah di Amerika serikat, dan mengambil gelar sarjana di New york university.
almarhum ayah sangat malu, beliau mumpuni dalam agama dan mumpuni dalam kesuksesan dunia, beliau berkata pada saya : kau ini mau jadi apa?, jika mau agama maka belajarlah dan tuntutlah ilmu sampai keluar negeri, jika ingin mendalami ilmu dunia maka tuntutlah sampai keluar negeri, namun saranku tuntutlah ilmu agama, aku sudah mendalami keduanya, dan aku tak menemukan keberuntungan apa apa dari kebanggaan orang yg sangat menyanjung negeri barat, walau aku sudah lulusan New York University, tetap aku tidak bisa sukses di dunia kecuali dg kelicikan, saling sikut dalam kerakusan jabatan, dan aku menghindari itu.
maka ayahanda almarhum hidup dalam kesederhanaan di cipanas, cianjur, Puncak. Jawa barat, beliau lebih senang menyendiri dari ibukota, membesarkan anak anaknya, mengajari anak2nya mengaji, ratib, dan shalat berjamaah.
namun saya sangat mengecewakan ayah bunda karena boleh dikatakan : dunia tidak akhiratpun tidak.
namun saya sangat mencintai Rasul saw, menangis merindukan Rasul saw, dan sering dikunjungi Rasul saw dalam mimpi, Rasul saw selalu menghibur saya jika saya sedih, suatu waktu saya mimpi bersimpuh dan memeluk lutut beliau saw, dan berkata wahai Rasulullah saw aku rindu padamu, jangan tinggalkan aku lagi, butakan mataku ini asal bisa jumpa dg mu.., ataukan matikan aku sekarang, aku tersiksa di dunia ini,,, Rasul saw menepuk bahu saya dan berkata : munzir, tenanglah, sebelum usiamu mencapai 40 tahun kau sudah jumpa dg ku.., maka saya terbangun..
akhirnya karena ayah pensiun, maka ibunda membangun losmen kecil didepan rumah berupa 5 kamar saja, disewakan pada orang yg baik baik, untuk biaya nafkah, dan saya adalah pelayan losmen ibunda saya.
setiap malam saya jarang tidur, duduk termenung dikursi penerimaan tamu yg cuma meja kecil dan kursi kecil mirip pos satpam, sambil menanti tamu, sambil tafakkur, merenung, melamun, berdzikir, menangis dan shalat malam demikian malam malam saya lewati,
siang hari saya puasa nabi daud as, dan terus dilanda sakit asma yg parah, maka itu semakin membuat ayah bunda kecewa, berkata ibunda saya : kalau kata orang, jika banyak anak, mesti ada satu yg gagal, ibu tak mau percaya pada ucapan itu, tapi apakah ucapan itu kebenaran?.
saya terus menjadi pelayan di losmen itu, menerima tamu, memasang seprei, menyapu kamar, membersihkan toilet, membawakan makanan dan minuman pesanan tamu, berupa teh, kopi, air putih, atau nasi goreng buatan ibunda jika dipesan tamu.
sampai semua kakak saya lulus sarjana, saya kemudian tergugah untuk mondok, maka saya pesantren di Hb Umar bin Abdurrahman Assegaf di Bukit duri jakarta selatan, namun hanya dua bulan saja, saya tidak betah dan sakit sakitan karena asma terus kambuh, maka saya pulang.
ayah makin malu, bunda makin sedih, lalu saya prifat saja kursus bahasa arab di kursus bahasa arab assalafi, pimpinan Almarhum Hb Bagir Alattas, ayahanda dari hb Hud alattas yg kini sering hadir di majelis kita di almunawar.
saya harus pulang pergi jakarta cipanas yg saat itu ditempuh dalam 2-3 jam, dg ongkos sendiri, demikian setiap dua kali seminggu, ongkos itu ya dari losmen tsb.
saya selalu hadir maulid di almarhum Al Arif Billah Alhabib Umar bin Hud alattas yg saat itu di cipayung, jika tak ada ongkos maka saya numpang truk dan sering hujan hujanan pula.
sering saya datang ke maulid beliau malam jumat dalam keadaan basah kuyup, dan saya diusir oleh pembantu dirumah beliau, karena karpet tebal dan mahal itu sangat bersih, tak pantas saya yg kotor dan basah menginjaknya, saya terpaksa berdiri saja berteduh dibawah pohon sampai hujan berhenti dan tamu tamu berdatangan, maka saya duduk dil;uar teras saja karena baju basah dan takut dihardik sang penjaga.
saya sering pula ziarah ke luar batang, makam Al Habib husein bin Abubakar Alaydrus, suatu kali saya datang lupa membawa peci, karena datang langsung dari cipanas, maka saya berkata dalam hati, wahai Allah, aku datang sebagai tamu seorang wali Mu, tak beradab jika aku masuk ziarah tanpa peci, tapi uangku pas pasan, dan aku lapar, kalau aku beli peci maka aku tak makan dan ongkos pulangku kurang..,
maka saya memutuskan beli peci berwarna hijau, karena itu yg termurah saat itu di emperan penjual peci, saya membelinya dan masuk berziarah, sambil membaca yaasin utk dihadiahkan pada almarhum, saya menangisi kehidupan saya yg penuh ketidak tentuan, mengecewakan orang tua, dan selalu lari dari sanak kerabat, karena selalu dicemooh, mereka berkata : kakak2mu semua sukses, ayahmu lulusan makkah dan pula new york university, koq anaknya centeng losmen..
maka saya mulai menghindari kerabat, saat lebaranpun saya jarang berani datang, karena akan terus diteror dan dicemooh.
walhasil dalam tangis itu saya juga berkata dalam hati, wahai wali Allah, aku tamumu, aku membeli peci untuk beradab padamu, hamba yg shalih disisi Allah, pastilah kau dermawan dan memuliakan tamu, aku lapar dan tak cukup ongkos pulang..,
lalu dalam saya merenung, datanglah rombongan teman teman saya yg pesantren di Hb Umar bin Abdurrahman Assegaf dg satu mobil, mereka senang jumpa saya, sayapun ditraktir makan, saya langsung teringat ini berkah saya beradab di makam wali Allah..
lalu saya ditanya dg siapa dan mau kemana, saya katakan saya sendiri dan mau pulang ke kerabat ibu saya saja di pasar sawo, kb Nanas Jaksel, mereka berkata : ayo bareng saja, kita antar sampai kebon nanas, maka sayapun semakin bersyukur pada Allah, karena memang ongkos saya tak akan cukup jika pulang ke cipanas, saya sampai larut malam di kediaman bibi dari Ibu saya, di ps sawo kebon nanas, lalu esoknya saya diberi uang cukup untuk pulang, sayapun pulang ke cipanas..
tak lama saya berdoa, wahai Allah, pertemukan saya dg guru dari orang yg paling dicintai Rasul saw, maka tak lama saya masuk pesantren Al Habib Hamid Nagib bin Syeikh Abubakar di Bekasi timur, dan setiap saat mahal qiyam maulid saya menangis dan berdoa pada Allah untuk rindu pada Rasul saw, dan dipertemukan dg guru yg paling dicintai Rasul saw, dalam beberapa bulan saja datanglah Guru Mulia Al Musnid Al Allamah Al Habib Umar bin Hafidh ke pondok itu, kunjungan pertama beliau yaitu pd 1994.
selepas beliau menyampaikan ceramah, beliau melirik saya dg tajam.., saya hanya menangis memandangi wajah sejuk itu.., lalu saat beliau sudah naik ke mobil bersama almarhum Alhabib Umar maula khela, maka Guru Mulia memanggil Hb Nagib Bin Syeikh Abubakar, Guru mulia berkata bahwa beliau ingin saya dikirim ke Tarim Hadramaut yaman untuk belajar dan menjadi murid beliau,
Guru saya hb Nagib bin syeikh abubakar mengatakan saya sangat belum siap, belum bisa bahasa arab, murid baru dan belum tahu apa apa, mungkin beliau salah pilih..?, maka guru mulia menunjuk saya, itu.. anak muda yg pakai peci hijau itu..!, itu yg saya inginkan.., maka Guru saya hb Nagib memanggil saya utk jumpa beliau, lalu guru mulia bertanya dari dalam mobil yg pintunya masih terbuka : siapa namamu?, dalam bahasa arab tentunya, saya tak bisa menjawab karena tak faham, maka guru saya hb Nagib menjawab : kau ditanya siapa namamu..!, maka saya jawab nama saya, lalu guru mulia tersenyum..
keesokan harinya saya jumpa lagi dg guru mulia di kediaman Almarhum Hb bagir Alattas, saat itu banyak para habaib dan ulama mengajukan anaknya dan muridnya untuk bisa menjadi murid guru mulia, maka guru mulia mengangguk angguk sambil kebingungan menghadapi serbuan mereka, lalu guru mulia melihat saya dikejauhan, lalu beliau berkata pada almarhum hb umar maula khela : itu.. anak itu.. jangan lupa dicatat.., ia yg pakai peci hijau itu..!,
guru mulia kembali ke Yaman, sayapun langsung ditegur guru saya hb Nagib bin syekh abubakar, seraya berkata : wahai munzir, kau harus siap siap dan bersungguh sungguh, kau sudah diminta berangkat, dan kau tak akan berangkat sebelum siap..
dua bulan kemudian datanglah Almarhum Alhabib Umar maula khela ke pesantren, dan menanyakan saya, alm hb umar maulakhela berkata pada hb nagib : mana itu munzir anaknya hb Fuad almusawa?, dia harus berangkat minggu ini, saya ditugasi untuk memberangkatkannya, maka hb nagib berkata saya belum siap, namun alm hb umar maulakhela dg tegas menjawab : saya tidak mau tahu, namanya sudah tercantum untuk harus berangkat, ini pernintaan AL Habib Umar bin Hafidh, ia harus berangkat dlm dua minggu ini bersama rombongan pertama..
saya persiapkan pasport dll, namun ayah saya keberatan, ia berkata : kau sakit sakitan, kalau kau ke Mekkah ayah tenang, karena banyak teman disana, namun ke hadramaut itu ayah tak ada kenalan, disana negeri tandus, bagaimana kalau kau sakit?, siapa yg menjaminmu..?,
saya pun datang mengadu pd Almarhum Al Arif billah Alhabib Umar bin hud Alattas, beliau sudah sangat sepuh, dan beliau berkata : katakan pada ayahmu, saya yg menjaminmu, berangkatlah..
saya katakan pada ayah saya, maka ayah saya diam, namun hatinya tetap berat untuk mengizinkan saya berangkat, saat saya mesti berangkat ke bandara, ayah saya tak mau melihat wajah saya, beliau buang muka dan hanya memberikan tangannya tanpa mau melihat wajah saya, saya kecewa namun saya dg berat tetap melangkah ke mobil travel yg akan saya naiki, namun saat saya akan naik, terasa ingin berpaling ke belakang, saya lihat nun jauh disana ayah saya berdiri dipagar rumah dg tangis melihat keberangkatan saya…, beliau melambaikan tangan tanda ridho, rupanya bukan beliau tidak ridho, tapi karena saya sangat disayanginya dan dimanjakannya, beliau berat berpisah dg saya, saya berangkat dg airmata sedih..
saya sampai di tarim hadramaut yaman dikediaman guru mulia, beliau mengabsen nama kami, ketika sampai ke nama saya dan beliau memandang saya dan tersenyum indah,
tak lama kemudian terjadi perang yaman utara dan yaman selatan, kami di yaman selatan, pasokan makanan berkurang, makanan sulit, listrik mati, kamipun harus berjalan kaki kemana mana menempuh jalan 3-4km untuk taklim karena biasanya dg mobil mobil milik guru mulia namun dimasa perang pasokan bensin sangat minim
suatu hari saya dilirik oleh guru mulia dan berkata : Namamu Munzir.. (munzir = pemberi peringatan), saya mengangguk, lalu beliau berkata lagi : kau akan memberi peringatan pada jamaahmu kelak…!.
maka saya tercenung.., dan terngiang ngiang ucapan beliau : kau akan memberi peringatan pada jamaahmu kelak…?, saya akan punya jamaah?, saya miskin begini bahkan untuk mencuci bajupun tak punya uang untuk beli sabun cuci..
saya mau mencucikan baju teman saya dg upah agar saya kebagian sabun cucinya, malah saya dihardik : cucianmu tidak bersih…!, orang lain saja yg mencuci baju ini..
maka saya terpaksa mencuci dari air bekas mengalirnya bekas mereka mencuci, air sabun cuci yg mengalir itulah yg saya pakai mencuci baju saya
hari demi hari guru mulia makin sibuk, maka saya mulai berkhidmat pada beliau, dan lebih memilih membantu segala permasalahan santri, makanan mereka, minuman, tempat menginap dan segala masalah rumah tangga santri, saya tinggalkan pelajaran demi bakti pada guru mulia membantu beliau, dengan itu saya lebih sering jumpa beliau.
2 tahun di yaman ayah saya sakit, dan telepon, beliau berkata : kapan kau pulang wahai anakku..?, aku rindu..?
saya jawab : dua tahun lagi insya Allah ayah..
ayah menjawab dg sedih ditelepon.. duh.. masih lama sekali.., telepon ditutup, 3 hari kemudian ayah saya wafat..
saya menangis sedih, sungguh kalau saya tahu bahwa saat saya pamitan itu adalah terakhir kali jumpa dg beliau.. dan beliau buang muka saat saya mencium tangan beliau, namun beliau rupanya masih mengikuti saya, keluar dari kamar, keluar dari rumah, dan berdiri di pintu pagar halaman rumah sambil melambaikan tangan sambil mengalirkan airmata.., duhai,, kalau saya tahu itulah terakhir kali saya melihat beliau,., rahimahullah..
tak lama saya kembali ke indonesia, tepatnya pada 1998, mulai dakwah sendiri di cipanas, namun kurang berkembang, maka say mulai dakwah di jakarta, saya tinggal dan menginap berpindah pindah dari rumah kerumah murid sekaligus teman saya, majelis malam selasa saat itu masih berpindah pindah dari rumah kerumah, mereka murid2 yg lebih tua dari saya, dan mereka kebanyakan dari kalangan awam, maka walau saya sudah duduk untuk mengajar, mereka belum datang, saya menanti, setibanya mereka yg cuma belasan saja, mereka berkata : nyantai dulu ya bib, ngerokok dulu ya, ngopi dulu ya, saya terpaksa menanti sampai mereka puas, baru mulai maulid dhiya’ullami.., jamaah makin banyak, mulai tak cukup dirumah rumah, maka pindah pindah dari musholla ke musholla,. jamaah makin banyak, maka tak cukup pula musholla, mulai berpindah pindah dari masjid ke masjid,
lalu saya membuka majelis dihari lainnya, dan malam selasa mulai ditetapkan di masjid almunawar, saat itu baru seperempat masjid saja, saya berkata : jamaah akan semakin banyak, nanti akan setengah masjid ini, lalu akan memenuhi masjid ini, lalu akan sampai keluar masjid insya Allah.. jamaah mengaminkan..
mulailah dibutuhkan kop surat, untuk undangan dlsb, maka majelis belum diberi nama, dan saya merasa majelis dan dakwah tak butuh nama, mereka sarankan majelis hb munzir saja, saya menolak, ya sudah, majelis rasulullah saw saja,
kini jamaah Majelis Rasulullah sudah jutaan, di Jabodetabek, jawa barat, banten, jawa tengah, jawa timur, bali, mataram, kalimantan, sulawesi, papua, singapura, malaysia, bahkan sampai ke Jepang, dan salah satunya kemarin hadir di majelis haul badr kita di monas, yaitu Profesor dari Jepang yg menjadi dosen disana, dia datang keindonesia dan mempelajari bidang sosial, namun kedatangannya juga karena sangat ingin jumpa dg saya, karena ia pengunjung setia web ini, khususnya yg versi english..
sungguh agung anugerah Allah swt pada orang yg mencintai Rasulullah saw, yg merindukan Rasulullah saw…
itulah awal mula hamba pendosa ini sampai majelis ini demikian besar, usia saya kini 38 tahun jika dg perhitungan hijriah, dan 37 th jika dg perhitungan masehi, saya lahir pd Jumat pagi 19 Muharram 1393 H, atau 23 februari 1973 M.
perjanjian Jumpa dg Rasul saw adalah sblm usia saya tepat 40 tahun, kini sudah 1431 H,
mungkin sblm sempurna 19 Muharram 1433 H saya sudah jumpa dg Rasul saw, namun apakah Allah swt akan menambah usia pendosa ini..?
Wallahu a’lam
salam rindu terdalam untuk anda.
Facebook Pondok Habib :
http://www.facebook.com/pondokhabib
http://www.facebook.com/pondokhabib
KOLEKSI CERAMAH AGAMA :
http://ceramahagamabaru.blogspot.com/
http://ceramahagamabaru.blogspot.com/
























17 Habaib Berpengaruh Di Indonesia
Biografi & peranan para Ulama zuriat Rasulullah S.A.W.
RM29.50
Habib Abdullah Al-Haddad mengungkapkan kepiluan hatinya saat para waliyullah pergi meninggalkan dunia fana. Betapa tidak, para waliyullah itulah yang senantiasa menyemarakkan bumi dengan munajatnya kepada Sang Khaliq
Obat Hati - RIngkasan Ihya' Ulumuddin daripada saduran ceramah Habib Umar bin Hafidz
Thariqah 'Alawiyah - ''Thariqah 'Alawiyyah merupakan tarekat sederhana, yang tidak berbunga-bunga, yang lebih menekankan aspek akhlak atau amali dalam praktik kesufian
Al-Allamah Syyid Muhammad bin salim bin Hafidz Al-Alawi Al-Husaini, ayah Habib Umar bin Hafidz, mencoba menguraikan hukum-hukum yang harus diketahui oleh kaum wanita dan adab-adab yang harus mereka terapkan, juga memberikan nasihat-nasihat berharga, yang berguna bagi kaum wanita.
Jalan Nan Lurus Sekilas Pandang Tarekat Bani 'Alawi ialah sebuah buku yang membicarakan tentang asal-usul keturunan Rasululullah SAW dan ulama-ulama yang berasal dari keturunan baginda SAW
Dikarang oleh Habib Novel bin Muhammad al-Idrus. Antara tajuk perbahasan ialah, Makna berkah,Mencari berkah dll
Rasulullah SAW. Mempunyai Keturunan & Allah SWT Memuliakannya
Pengarang: Ir. Sayyid Abdussalam Al-Hinduan, M.B.A.
Penerbit: Cahaya Hati, Cetakan 1 Februari 2008
Terdapat 2 jilid dalam Jilid pertama penulis membahaskan seputar permasalahan Ziarah Kubur, Tawassul dan Tahlil dan jilid kedua seputar Maulidur Rasul-sunnah atau bid'ah
Buku ini ditulis oleh KH Drs. Habib Syarief Muhammad Alaydarus, buku ini lebih baik dari segi isinya, susunan huruf dan baris arabnya dan makna terjemahannya
Bertanya adalah kunci untuk memahami rahasia-rahasia ilmu dan menyingkap kegaiban yang tersimpan dalam hati oleh Oleh Naufal (Novel) Muhammad Al-‘Aidarus
Buku ini ditulis oleh ulama besar berkaliber internasional yang berasal dari Hadhramaut, Yaman, yakni Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.
Adda’i ilallah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syaikh Abubakar bin Salim dikenal memiliki kelebihan dalam menyampaikan nasihat-nasihatnya, sehingga menyentuh hati orang yang mendengarkannya
Hidup adalah pengembaraan di atas samudera luas. Tiada hari tanpa digoyang gelombang. Belum lagi tiupan badai, yang tak jarang membuat seseorang berputus asa. Penuntun itu adalah petunjuk Allah SWT melalui Rasul-Nya, Muhammad SAW. Ajaran beliau adalah kompas hidup terbaik. Dan inilah yang disajikan oleh Husein Anis Habsyi, cicit pengarang Maulid Simthud Durar, Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi
Shalat adalah ruh segala amal, hakikat tingkat hubungan seorang hamba dengan sang Khalik, rahasia keindahan wujud sejak dahulu kala, dan menjadi perantara munculnya cahaya yang tersembunyi dibalik jasmani karangan Habib Hassan Al Jufri.
Buku ini akan memberikan insight (pemahaman) tentang misteri manusia dan aktivitas abstrak yang memotivasi amal mereka. Buku ini membahas seluk beluk hawa dan nafs karangan Habib Muhammad Abdullah Al-Idrus
Oleh: Al-Allamah al-Habib Ali bin Hasan al-Aththas
Buku ini merupakan terjemahan Al ‘Athiyyatul Haniyah karya Al-Allamah al-Habib Ali bin Hasan al-Aththas, seorang ulama terkenal di abad ke 12 H khususnya di wilayah Hadramaut, Yaman.Buku ini berisi tentang wasiat-wasiat yang sangat penting untuk diketahui dan diamalkan oleh kaum muslimin yang mengharapkan keridhaan Allat SWT serta kebahagian di dunia dan di akhirat.
Sayyid Muhammad bin Ahmad Asy-Syathiri berusaha mencoba merangkum dan menjabarkan risalah tentang hikmah shalat lima waktu ini dengan bahasa yang simple dan mudah dipahami
Buku ini merupakan pilihan dari 2 kitab karya Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad yakni Nafaisul ‘Uluwiyyah fil Masailis Shufiyyah dan Ithafus Sail Bijawabil Masail, kedua kitab ini memuat kumpulan soal Tanya jawab tasawuf dari persoalan-persoalan yang sangat sederhana sampai yang paling pelik.

Allahumma sholli waasallim waabaarik alaih,,,
By: maaz on 30 November 2011
at 12:41 pm
sebak sendu membacanya merindui RASULULLAH teramatlah..
By: ahmad zahid on 30 November 2011
at 2:45 pm
ya ALLAH,sedihnya cerita ttg kekasih ALLAH ni..
By: syeikhafiz on 30 November 2011
at 6:03 pm
masya allah betapa besarnya
prjuangan guru besar habib munzir
smoga qita mndpat barokahnya & diakui sbagai santri & trmsuk pencinta ahlul bayt . . . Amien
By: Ainur rozzy on 24 November 2012
at 1:25 pm
masya allah betapa besarnya
prjuangan guru besar habib munzir
smoga qita mndpat barokahnya & diakui sbagai santri bliau & trmsuk pencinta ahlul bayt
& tak lupa jg smoga qita dittpkan ber aqidah ahlus sunnah wal jama, ah . . . . . . Amien
By: Ainur rozzy on 24 November 2012
at 1:27 pm
saya sudah berulang kali membacanya, tetapi tidak bosan2. subhanallah
By: Agung Dwi Prasetyo on 1 Disember 2011
at 5:29 pm
Salam habib alfateha allah bismillah ya muhamad habib allah ya salammullah ya habib alkaff
By: Al Habib Gendeng Alkaff on 11 Disember 2011
at 12:45 am
doakan kami semua ya habib.. agar dapat berhimpun dengan Rasulullah SAW..
By: ariffullah on 12 Disember 2011
at 5:42 pm
Alhamdulillah,,,,,,subhanallah
By: Heri on 23 Disember 2011
at 12:05 am
Assalamu’alaikum,,,yaa rabb pertemukanlah hamba mu dgn guru yg mulia ala musnid ala allamah habib umar bin hafidz,walaupun dlm mimpiku,..amin ya rabb
By: Heri on 23 Disember 2011
at 3:35 am
Ya اَللّهُ ,
Panjangkan umur guru kami (Al Habib Munzir)
Jangan Engkau panggil Beliau sebelum iman ku kuat dengan ajaran” Beliau dalam Majelis Rasulullah Saw..
Andai nyawa ku bisa di tukar,
Aku rela demi Habibana dakwah untuk kebaikan umat islam k depan’nya
Wallahu’alam
By: ilham on 27 Disember 2011
at 4:59 am
bersyukur kehadrat ilahi………………..
By: syahmi on 27 Disember 2011
at 8:49 pm
kalimat ”bertemu dengan rasulullah,sebelum usia 40” ane belum paham artinya apa gan………..
By: ahmad nur on 29 Disember 2011
at 2:41 pm
semoga Allah memberi engkau Rahmat di panjangkan umur mu pada ghalib, dan semoga engkau berjumpa dengan junjungan Rasulullah Muhammad SAW, sungguh sekiranya saya tak sempat lagi memberi komentar di blog ini, tolong sampaikan salam kami umat Nya ya HABIB !
saya sangat menyukai dan membanggakan engkau pada teman2 saya di Aceh, rasanya dewasa ini sangat sedikit orang sperti habib yang berceramah di Televisi dengan memperjelas perkara-perkara yang sangat sedikit oarang mau memperjelaskannya, jika ada yang lain saya meragukan keilmuannya, sebagaimana kami mendapati banyak akidah yang menyimpang dalam penyampaian ceramah oleh mereka yang mengtakan orang tua Nabi di neraka, ini karena dangkalnya pemahaman mereka sehingga menyesatkan ummat.
salam sejahtera bagi mu ya Habib Munzir al Musawa
By: Akhifa Danie R on 1 Januari 2012
at 5:50 pm
Subhanallah walhamdulillah, saya bisa mngetahui riwayat Habib Munzir di blog ini sebelumnya saya mencari cari blm ktmu
terima kasih
smoga Habib Munzir diberi panjang umur amiin ..
By: Aban on 4 Januari 2012
at 2:59 pm
ila hadhoroti Habibuna wa Syaikhuna al Habib Munzir bin Fuad al-Musawwa wa al-Habib Umar bin Hafidh rhodiyalloohu ‘anhumma dammat barokatuhu wa thola ummruhu an tunawwiro quluubana bi nuuri magrifatika wa tukhariq quluubana bi nari ‘isqika ya arhammar-rohimin. Al-Fatihah………………………amin amin ya robbal ‘alamiin.
By: Saifuddin Zuhri on 14 Januari 2012
at 4:52 pm
Subhanallah walhamdulillah, saya bisa mngetahui riwayat guru al Habib Munzir bin fuad almusawa di blog ini…
semoga di kau panjangkan umur guru kami ya allah
amin amin ya robbal’alamin
By: abdul aziz on 26 Januari 2012
at 6:31 pm
sungguh mulia…..ya habib…semoga dipanjangkan umurnya amin….
By: wes on 17 Februari 2012
at 7:37 pm
yaa allah aq membaca ya sampaikan berlinang air mata, sedih sekali cerita y yah allah.
By: ria on 25 Februari 2012
at 6:02 pm
subanallah…..ana lum pernah hadir di majlis antum ya habib….tapi ana sangat cinta sama antum…dan Al alamah Habib Umar bin Hafizd..himpunla ana dalam hati Antum ya habib……………………………………..
By: zainuri ahmad on 28 Februari 2012
at 12:31 am
Yaa Alloh kabulkanlah segala Hajat dan Keinginan Guru Mulia…
By: Jumadih Putra Rabox on 1 Mac 2012
at 10:22 am
ya Alloh panjangkan umurnya…., demi bangsa ini yang sedang membutuhkan bimbingannya….
By: surawan on 1 Mac 2012
at 7:28 pm
tersentuh hati ini membacanya’
semoga ALLAH mencurahkan Rahmatnya dan memberikan kesehatan dan memakmurkan rezkinya dan memanjangkan usianya” amiin..
By: aku yang hina on 18 Mac 2012
at 2:09 pm
shollu a’laa nabiy,,,,,,,,,,,,,
By: Hasankebuli Al-bayun on 18 April 2012
at 8:01 pm
subhanalloh sunnguh perjuangan yang sangat luarbiasa
By: m.zainul hasani syarif on 16 Mei 2012
at 12:08 am
smg sang gr sehat slalu,hti rasanya sesak ketika disebut kan orang orang yang soleh,yaallah jadikan kmi bagian dari mrk
By: MASRURFATAH AINULYAQIN on 17 Mei 2012
at 10:35 am
Ya allah berkat rasulullah..berkat hb munzir ..jdi kan lah anak dan juriat2 ulun orang sholeh..
By: Wahyu banjar on 1 Jun 2012
at 5:03 pm
Ya Allah ……Panjangkan umur habib munzir dalam keadaat Taat ya Allah……bangsa ini masih membutuhkan Beliau…..amiiiiiN……www.rumah71.com…..ouner SPIRIT PROPERTY BEKASI
By: IRWAN ROBY on 7 Jun 2012
at 8:56 pm
ya Allah berikanlah kesehatan dan umur panjang untuk kekasih Rasulullah ini, masih banyak umat yang membutuhkan pencerahan iman supaya bisa bersama-sama menuju jalan Allah yang mulia…Amiin
By: YODAN on 13 Jun 2012
at 10:56 pm
Perjuangan menuju kemuliaan..Masya Allah…
By: She Aimee on 21 Jun 2012
at 2:10 am
Allah swt dan Rasulullah saw lebih mencintai Habib munzir, subhanaullah sungguh mulia budi pekerti beliau….
By: Rihan on 22 Jun 2012
at 4:56 pm
hati ku langsung bergetar…. ya Allah berikanlah kesehatan dan tempatkanlah beliau di sisi-Mu ya Allah…..
By: TONI M on 23 Jun 2012
at 2:21 am
As…qumm
ana ga bisa nahan air mta ana lgi pas bca cerita ini….
Habib munzir yg terhormat ana slh stu fans habib dan gru habib[hbb umar bin hafidz+hababah nur istri beliau…
Ana minta tolong do’a dri habib agar ana di mudahkan dlm menuntut ilmu yg bermanfa’at dunia n akhirat…
Syukran…
Wasalammm????
By: Siti rifqiyah on 3 Julai 2012
at 2:24 pm
Ya Alloh Ampunilah kslahan hamba & kuatknlah iman hamba dlm m’nghdpi khidupan ini ….(!_!)
By: fellaariesta on 11 Julai 2012
at 1:03 am
Ya Allah,ya rosullah .ana meneteskan air mata habib,mendengarkan cerita ini,karena saya terlalu banyak dosa,tapi saya rindu jga dengan rosullah.doakan ana Jadi Orang yang Soleh.syukron
By: Shufye Muhammad on 30 Ogos 2012
at 3:52 pm
ya habib saya menangis mendengar cerita sampean ,mudah mudahan saya kluarga saya menjadi,keturunan saya bisa bertemu sampean dan rosu,sebelum akhir kayat sambung doa’ ya habib amin….dari manusia yang penuh dosa
By: khairul huda on 5 September 2012
at 7:21 am
ya habibana
By: Abbas Bazahier on 26 September 2012
at 11:36 pm
assalammualaikum.
ya habib ana FIKRI BIN HISYAM BIN HADUN ALMUSAWA…
do’ain ana bib,biar bisa mnuntut ilmu yg baik,dan barokah…
alhamdulillah berkat do’a habib,ana sekarang udah di da’rul musthafa,tarim hadromud…
By: فكري المساوى on 3 November 2012
at 1:00 am
اللهم صل على سيدنا محمد
و لله اريد بلقاءك يا حبيب
ana umar mulachela sangat cinta padamu ya habibi
By: umar mulachela on 16 November 2012
at 3:19 pm
Terharu anne baca cerita perjalanan guru besar MR.
By: Heru Cahyono on 19 November 2012
at 6:05 pm
Subhanallah…! Sampe terharu ngebacanya. Alhamdulillah klo MR bikin majlis ane & keluarga suka hdr, Ane cuma berharap berkah dr Habibana moga anak ane suatu saat ketika menghadiri majlis ditunjuk oleh habibana utk jd muridnya seperti habibana ditunjuk oleh guru mulia Alhabib umar bin hafidz. Amin…
By: Riffan on 10 Disember 2012
at 5:09 pm
MUHAMMAD SAW
By: mhmddian on 20 Disember 2012
at 9:32 am
saya sangat ingin ketemu dengan habib umar bin hafidz
By: bak on 7 Januari 2013
at 7:30 pm
begitu indah haru, airmata saya tak terasa mengalir, Do’akan saya bib beserta anak cucu termsuk orang-orang yg sholeh…
By: Ali Rahman on 26 Januari 2013
at 3:49 am
saya pecinta habibana , izin co.pas
By: adot alhaqiir on 9 Februari 2013
at 11:55 pm
Ya Allah berikanlah aku untk bertemu Rasulullah SAW,meski dlm mimpi… Dan aku jg ingin brtmu habib Munzir
By: Salsabilla Azzahra on 26 Mac 2013
at 7:01 pm
alhamdulillah penuh harapan ridlo alloh dan syafaat nabi muhammad saw barokah dan ilmunya beliau habib mundzir saya telah membaca kisah pertemuan habib mundzir dg habib umar. dg rasa dan hati kami menangis atas berjuta juta dosa saya telah menggugah kami tuk mencari ilmu dan dapat mengembangkan ilmu di masyarakat. aamin yarobbal alami.
minta barokah do’a habib
keluarga Lirboyo kota kediri
m. syamsul muien bin toha/salimah binti embah marzuqi
By: syamsul muien on 5 April 2013
at 12:56 pm
Assalamualaikum Ya Rasulullah…
Assalamualaikum Ya Ahlulbaitiwazurriyati Rasulullah…
Sungguh Janji Allah dan Rasulullah itu akan ditepati.. Insya Allah siapa yg menjaga amanah Allah dan Rasulullah,jaminannya SYURGA
,آمــــــــــــــــــين يا رب العالمين.
By: Imran Muhammad Nur on 6 Mei 2013
at 1:38 pm
Asslmkm.bib sy terharu baca perjln hidup habib.mohon do’a y bib buat sy org yg sering berbuat maksiat,moga2 hiti sy bsa terbuka.kapan2 ke lampung utara ya bib. M.ZAKWAN ini no hp sy bib : 085366990767 mohon nasehat y.
By: agustiawan1708@yahoo.com on 15 Mei 2013
at 4:44 am