Posted by: Habib Ahmad | 8 April 2011

Doa dan Istighfar Selepas Solat

Ada orang-orang yang langsung berdiri dan meninggalkan tempat sholat tanpa berdoa atau beristighfar terlebih dahulu. Sedangkan istighfar menurut beliau adalah yang paling minimal.
Waktu setelah sholat fardhu adalah termasuk saat-saat dimana doa paling di kabulkan. Hal ini sesuai dengan sabda Rasulullah saw: “di riwayatkan dari Abu Umamah ra bahwa Rasul saw pernah di tanya oleh seorang laki-laki: ‘doa apakah yang paling di kabukan oleh Allah swt?’, jawab Rasul saw: “Doa di tengah malam dan setelah sholat-sholat fardhu.”(HR.Tirmidzi). Hadits ini dan nasihat dari Habib Umar adalah saling menguatkan. Seakan Habib Umar hendak mengingatkan kembali hadits ini pada kita.

Doa-doa setelah sholat sangat banyak yang teriwayatkan dari Nabi saw dan membawa faedah yang sangat besar. Sebagai contoh adalah hadits Nabi saw berikut ini: “Barangsiapa yang setelah sholatnya membaca Subhanallah 33 kali, Alhamdulillah 33 kali dan Allahu akbar 33 kali, lalu di genapkan menjadi 100 kali dengan membaca Laa Ilaha Illa Allahu Wahdahu Laa Syarika Lahu, Lahu al-Mulku Wa Lahu al-Hamdu Yuhyi Wa Yumiitu Wa Huwa ‘Ala Kulli Syai in Qadir (Tiada Tuhan selain Allah swt semata, tiada sekutu bagiNya, bagiNya kerajaan dan pujian, Dialah yang menghidupkan dan mematikan dan Dialah yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu) maka d ampuni dosanya walau sebanyak buih di lautan.”(HR.Imam Muslim).

Termasuk doa-doa yang tidak pernah di tinggalkan oleh Nabi saw setelah solatnya adalah doa: ”Wahai Allah Engkaulah yang Maha Melimpahkan kesejahteraan,dan dariMu lah terlimpah segala kesejahteraan dan padaMu lah kembali semua kesejahteraan. Maha Berkah Engkau lagi Maha Mulia.” (HR. Imam Muslim).

Dalam nasihatnya di atas, beliau berkata bahwa minimal dari zikir sesudah sholat tersebut adalah istighfar. Rasulullah saw bersabda: “Demi Allah swt! Aku memohon ampunan Allah swt dan bertobat kepadaNya lebih dari 70 kali sehari.”(HR.Bukhari). Sebagian ulama berkata bahwa istighfar dapat membuka pintu rezeki dan banyak manfaat lain. Mengenai membaca al-Qur’an akan di bahas pada catatan tersendiri.

Wirid adalah zikir yang di amalkan pada waktu-waktu tertentu dan untuk suatu keperluan. Berbeda dengan zikir secara umum yang tidak terikat waktu. Bacaan setelah sholat adalah termasuk dari wirid karena di baca pada waktu tertentu, yaitu setelah sholat. Karena ada dari bacaan-bacaan tersebut yang tidak berlaku faedahnya di luar sholat sebagaimana yang hadits yang telah di sebutkan di atas. Dan cukuplah kita mengetahui kemuliaan wirid ini,dan sekaligus menutup penjelasan ini,adalah bahwa al-Imam Abdurrahman bin Muhammad Assegaf berkata: “Barangsiapa yang tidak mempunyai wirid, maka tidak ubahnya ia seperti kera .” Wallahu a’lam.

About these ads

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 746 other followers

%d bloggers like this: