Sholawat Manshub Shalawatnya Habib Sholeh Tanggul & Thibil Qulub Shalawatnya Habib Ahmad bin Hasan Al – ‘Athos
Published on April 2, 2011 in Bulan Mawlid / Rabiul Awal.
“Allohumma sholi ‘alaa sayyidinaa Muhammadin sholaatan taghfiru bihaa dzunub watushlihu bihaal quluub watantholiqu bihaal ‘ushub wataliinu bihaa shu’ub wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa man ilaihi mansub.”
اللهم صل على سيدنا محمد صلاة تغفر بها آلذنو ب
و تصلح بها آلقلو ب وتنطلق بها آلعصو ب
و تلين بها آلصعو ب وعلى آله وصحبه و من آليه منسوب
Artinya: Ya Allah, limpahkanlah rahmat kepada junjungan kami, Nabi Muhammad yang dengannya Engkau ampuni kami, Engkau perbaiki hati kami, menjadi lancar urat-urat kami, menjadi mudah segala kesulitan, juga kepada keluarganya dan para sahabatnya.
Sholawat ini dari al – Habib Sholeh bin Muhsin al – Hamid (Habib Sholeh Tanggul). “Beliau berkata ; sholawat ini dibaca 11 atau 41 kali dengan niat untuk memperoleh kemudahan dan terkabulnya semua hajat, insya Alloh akan mendapatkannya”. Kebanyakan orang yang meminta do’a kepada beliau, beliau memberikan sholawat ini.
SHOLAWAT THIBIL QULUB / NURIL ABSHOR
“Allohumma sholi ‘alaa sayyidina Muhammadin thibil quluubi wadawaa_ihaa wa ‘aafiyatil abdaani wasifaa_ihaa wa nuuril abshoori wa dliyaa_ihaa wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wasalim.”
Ya Allah, berilah rahmat ke atas penghulu kami, nabi Muhammad saw, yang dengan berkat baginda, engkau menyembuhkan hati, menjadi penawar dan menyehatkan tubuh juga memberi kesembuhan penyakit, serta mengurniakan cahaya penglihatan. Dan karuniakanlah rahmat keberkatan dan kesejahteraan keatas keluarga dan sahabat baginda Nabi saw.
Sholawat ini dinamakan sholawat nuril abshor (juga terkenal dengan sebutan sholawat thibil qulub). Dituturkan dalam kumpulan kalam al – Habib Ahmad bin Hasan Al – ‘Athos tentang sholawat ini, “Seseorang yang lemah penglihatannya datang kepada al – Habib dengan mengeluh, kemudian beliau mengusap kedua mata lelaki itu dan memerintahkannya untuk memperbanyak membaca sholawat nuril albshor.”
Beliau juga berkata ; Telah bercerita kepadaku al – Habib Muhammad bin Zein baa ‘abud, beliau berkata ; “Penglihatanku diambil, dan aku mengeluh atas keadaan itu kepada al – Habib sholeh bin ‘Abdillah al – ‘Athos. Kemudian beliau mengusap kedua mataku dan berkata ; bacalah sholawat kepada nabi sholallohu ‘alaihi wa aalihi wassalam sebanyak 300 kali dengan shegot ini ; “Allohumma sholi ‘alaa sayyidina Muhammadin thibil quluubi wadawaa_ihaa wa ‘aafiyatil abdaani wasifaa_ihaa wa nuuril abshoori wa dliyaa_ihaa wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wasalim.” (Setelah aku lakukan itu), kemudian penglihatanku kembali seperti semula.
Kemudian Habib Ahmad berkata ; Habib Abu bakar bin Abdulloh (Guru Habib Ali al – Habsy / sohibul maulid habsy) telah memberikan ijasah kepadaku dengan sholawat itu. Beliau memerintahkan kepadaku untuk membacanya setiap selesai sholat maktubah sebanyak 3 kali. Dan sholawat ini dari nabi sholallohu ‘alaihi wa aalihi wasalam.
Diambil dari kitab Mafaatihu as – sa’adaah fi sholawaat
(al – Habib Abu Bakar bin abdulloh bin ‘alwi bin abdulloh bin tholib al – athos) , Sumber disini



















17 Habaib Berpengaruh Di Indonesia
Biografi & peranan para Ulama zuriat Rasulullah S.A.W.
RM29.50
Habib Abdullah Al-Haddad mengungkapkan kepiluan hatinya saat para waliyullah pergi meninggalkan dunia fana. Betapa tidak, para waliyullah itulah yang senantiasa menyemarakkan bumi dengan munajatnya kepada Sang Khaliq
Obat Hati - RIngkasan Ihya' Ulumuddin daripada saduran ceramah Habib Umar bin Hafidz
Thariqah 'Alawiyah - ''Thariqah 'Alawiyyah merupakan tarekat sederhana, yang tidak berbunga-bunga, yang lebih menekankan aspek akhlak atau amali dalam praktik kesufian
Al-Allamah Syyid Muhammad bin salim bin Hafidz Al-Alawi Al-Husaini, ayah Habib Umar bin Hafidz, mencoba menguraikan hukum-hukum yang harus diketahui oleh kaum wanita dan adab-adab yang harus mereka terapkan, juga memberikan nasihat-nasihat berharga, yang berguna bagi kaum wanita.
Jalan Nan Lurus Sekilas Pandang Tarekat Bani 'Alawi ialah sebuah buku yang membicarakan tentang asal-usul keturunan Rasululullah SAW dan ulama-ulama yang berasal dari keturunan baginda SAW
Dikarang oleh Habib Novel bin Muhammad al-Idrus. Antara tajuk perbahasan ialah, Makna berkah,Mencari berkah dll
Rasulullah SAW. Mempunyai Keturunan & Allah SWT Memuliakannya
Pengarang: Ir. Sayyid Abdussalam Al-Hinduan, M.B.A.
Penerbit: Cahaya Hati, Cetakan 1 Februari 2008
Terdapat 2 jilid dalam Jilid pertama penulis membahaskan seputar permasalahan Ziarah Kubur, Tawassul dan Tahlil dan jilid kedua seputar Maulidur Rasul-sunnah atau bid'ah
Buku ini ditulis oleh KH Drs. Habib Syarief Muhammad Alaydarus, buku ini lebih baik dari segi isinya, susunan huruf dan baris arabnya dan makna terjemahannya
Bertanya adalah kunci untuk memahami rahasia-rahasia ilmu dan menyingkap kegaiban yang tersimpan dalam hati oleh Oleh Naufal (Novel) Muhammad Al-‘Aidarus
Buku ini ditulis oleh ulama besar berkaliber internasional yang berasal dari Hadhramaut, Yaman, yakni Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.
Adda’i ilallah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syaikh Abubakar bin Salim dikenal memiliki kelebihan dalam menyampaikan nasihat-nasihatnya, sehingga menyentuh hati orang yang mendengarkannya
Hidup adalah pengembaraan di atas samudera luas. Tiada hari tanpa digoyang gelombang. Belum lagi tiupan badai, yang tak jarang membuat seseorang berputus asa. Penuntun itu adalah petunjuk Allah SWT melalui Rasul-Nya, Muhammad SAW. Ajaran beliau adalah kompas hidup terbaik. Dan inilah yang disajikan oleh Husein Anis Habsyi, cicit pengarang Maulid Simthud Durar, Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi
Shalat adalah ruh segala amal, hakikat tingkat hubungan seorang hamba dengan sang Khalik, rahasia keindahan wujud sejak dahulu kala, dan menjadi perantara munculnya cahaya yang tersembunyi dibalik jasmani karangan Habib Hassan Al Jufri.
Buku ini akan memberikan insight (pemahaman) tentang misteri manusia dan aktivitas abstrak yang memotivasi amal mereka. Buku ini membahas seluk beluk hawa dan nafs karangan Habib Muhammad Abdullah Al-Idrus
Oleh: Al-Allamah al-Habib Ali bin Hasan al-Aththas
Buku ini merupakan terjemahan Al ‘Athiyyatul Haniyah karya Al-Allamah al-Habib Ali bin Hasan al-Aththas, seorang ulama terkenal di abad ke 12 H khususnya di wilayah Hadramaut, Yaman.Buku ini berisi tentang wasiat-wasiat yang sangat penting untuk diketahui dan diamalkan oleh kaum muslimin yang mengharapkan keridhaan Allat SWT serta kebahagian di dunia dan di akhirat.
Sayyid Muhammad bin Ahmad Asy-Syathiri berusaha mencoba merangkum dan menjabarkan risalah tentang hikmah shalat lima waktu ini dengan bahasa yang simple dan mudah dipahami
Buku ini merupakan pilihan dari 2 kitab karya Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad yakni Nafaisul ‘Uluwiyyah fil Masailis Shufiyyah dan Ithafus Sail Bijawabil Masail, kedua kitab ini memuat kumpulan soal Tanya jawab tasawuf dari persoalan-persoalan yang sangat sederhana sampai yang paling pelik.

assalamu’alaikum saudaraku, ana cinta kepada dzurriyah rasulullah semoga mereka mendapatkan derajat yg tinggi disisi Allah swt, mohon izin mengamalkan…wassalaamu”alaikum wrwb..
By: sawin on 3 Jun 2012
at 1:02 am
Mantab akhi
By: Zam Terban on 21 Julai 2012
at 3:40 am