Posted by: Habib Ahmad | 21 Januari 2011

Dalil yang biasa dipakai Wahabi untuk Mengharamkan Ziarah ke Makam Rasulullah SAW

Dalil yang biasa dipakai Wahabi untuk Mengharamkan Ziarah ke Makam Rasulullah SAW dan Bantahannya

Kembali kepada PesananPilih SemuaTidak Memilih Apa-apaTanda sebagai Sudah DibacaTanda sebagai Belum DibacaLaporkan SpamBuangBerhenti melanggan
Anda baru saja mencantas 20 mesej.Kembali sebelumnyaatauTinggalkan Kumpulan Kenapa Takut Bid’ah? 2Pilih :Semua, Baca, TiadaTunjukSemuaBelum Dibaca Kenapa Takut Bid’ah? 2
pada 14hb Januari pukul 6.16 pagi Dalil yang biasa dipakai Wahabi untuk Mengharamkan Ziarah ke Makam Rasulullah SAW dan Bantahannya
Ada satu lagi dalil khusus dari ulama salaf yang juga sering digunakan oleh k…

Kenapa Takut Bid’ah? 2
pada 14hb Januari pukul 12.46 pagi meminta pertolongan kepada rasulullah yang uda wafat syrikkah?? chek it out
Meminta pertolongan lewat lantaran Rasulullah.. Kisah berikut ini bisa anda l…

Kenapa Takut Bid’ah? 2
pada 14hb Januari pukul 12.44 pagi meminta pertolongan kepada rasulullah yang uda wafat syrikkah?? chek it out
Meminta pertolongan lewat lantaran Rasulullah.. Kisah berikut ini bisa anda l…

Musafir Dunia
pada 13hb Januari pukul 10.40 ptg asif
jika tak keberatan boleh emelkan kpd ana, mjlis2 ilmu yg di update..
emelkan…

GERAKAN TUTUP AURAT MENURUT SYARIAT ISLAM – TAK MENUNGGU NEGARA MENGATURNYA
pada 13hb Januari pukul 4.46 ptg Muslim Kosovo Protes Larangan Jilbab di Sekolah Umum Eropa 11/10/2010 | 03 Zulqaedah 1431 H Oleh: T
dakwatuna.com – Pristina. Sekitar seribu orang turun ke jalan-jalan di Ibuk…

WeLove Islam
pada 12hb Januari pukul 2.27 ptg (tiada perkara)
Amin

Haji Syed Ahmad Alhabshi
pada 12hb Januari pukul 1.07 ptg (tiada perkara)
SALAM UKHUWAH FILLAH….mohon apakan anta ada jadual bulan januari syeikh fuad..

Pecinta AL-Qur’an
pada 11hb Januari pukul 6.29 ptg Bagaimana cara menambah keimanan melalui Al-Quran..!!
Barangkali ada seseorang telah berkata,” Aku telah banyak membaca Al-Quran te…

Anda
pada 11hb Januari pukul 5.34 ptg Bersama AlHabib Umar di Pelancaran Madrasah Tazkiyah, Darul Mustoffa Malaysia

Sayyiduna Al-Walid Habib Abdurrahman Assegaf
pada 11hb Januari pukul 4.24 ptg (tiada perkara)
“Ketahuilah bahwa Allah swt akan memberikan kepada hambanya segala apa yang d…

Izzuddin Al Jitrawiy
pada 11hb Januari pukul 2.08 ptg (tiada perkara)
ok, tapi knapa serban 12 hasta itu dijual di merata-rata tempat untuk menggal…

Husna Hidayah
pada 10hb Januari pukul 9.15 ptg (tiada perkara)
Salaam ‘alaikum. Tuan Syed, maaf nak tanya.. Ada apa2 news tak?

Rusli Arsyad
pada 10hb Januari pukul 6.56 ptg Hello!
I got u surprise http://www.erejehuhigaojek.blogspot.com

KAMI SAYYID & SYARIFAH MENOLAK SYIAH SEBAGAI AJARAN AHLULBAYT NABI SAW
pada 10hb Januari pukul 7.29 pagi RAHASIA DIBALIK PERJANJIAN PERJANJIAN NABI SAW..
RAHASIA DIBALIK PERJANJIAN PERJANJIAN NABI SAW..http://www.facebook.com/not…

Pecinta Kitab Kuning ( pondok & pesantren )
pada 09hb Januari pukul 12.29 ptg MAJLIS BERSAMA SYEIKH NURUDDIN AL-BANJARI (Jadual Baru)
ALHAMDULILLAH…SEGALA PUJI BAGI ALLAH(TUHAN SEKELIAN ALAM) YANG MANA TELAH…

GERAKAN TUTUP AURAT MENURUT SYARIAT ISLAM – TAK MENUNGGU NEGARA MENGATURNYA
pada 08hb Januari pukul 11.11 ptg Kini Makin Banyak Muslimah di Serbia yang Berani Kenakan Jilbab
Dakwatuna.com – Sandzak. Syiar Islam kini mulai tumbuh subur di Serbia, neg…

eBook Malaysia
pada 08hb Januari pukul 9.18 ptg PENTING 100% PERCUMA. Tingkatkan pelawat ke url referral, blog atau website anda
Free website promosi, 100% Free Traffic, Free Banner, Excellent Bonus Referra…

‏محمد‏, Fatma, Amir
pada 08hb Januari pukul 10.55 pagi Ahlan Wa sahlan Yaa Hubabah!
insyaAllah~

rahsia lubuk mudah
pada 07hb Januari pukul 6.16 ptg salam
http://rahsialubukmudah.tk/Apa yang RAHSIA sangat dalam ebook Rahsia Lubuk…

rahsia lubuk mudah
pada 07hb Januari pukul 6.10 ptg http://rahsialubukmudah.tk/
Rahsia Lubuk Duit Di Mudah.myhttp://rahsialubukmudah.tk/Apa yang RAHSIA s…

Dalil yang biasa dipakai Wahabi untuk Mengharamkan Ziarah ke Makam Rasulullah SAW dan Bantahannya
Kepada ahli Kenapa Takut Bid’ah? 2
Molufir Mediatama pada 14hb Januari pukul 6.16 pagi Balas • Lapor
Ada satu lagi dalil khusus dari ulama salaf yang juga sering digunakan oleh kaum Salafi & Wahabi, yaitu perkataan Imam Malik bin Anas (perintis Mazhab Maliki) tentang ziarah ke kuburan Rasulullah Saw. Bahkan Ibnu Taimiyah di dalam kitab Majmu’ Fatawa Ibnu Taimiyah juz 27 hal. 111-112 sangat mengandalkan ungkapan Imam Malik ini. Ibnu Taimiyah berkata:

بل قد كره مالك وغيره أن يقال: زرت قبر النبي صلى الله عليه وسلم، ومالك أعلم الناس بهذا الباب، فإن أهل المدينة أعلم أهل الأمصار بذلك، ومالك إمام أهل المدينة. فلو كان في هذا سنة عن رسول الله صلى الله عليه وسلم: فيها لفظ «زيارة قبره» لم يخف ذلك على علماء أهل مدينته وجيران قبره ـ بأبي هو وأمي.

“… bahkan Imam Malik dan yang lainnya membenci kata-kata, ‘Aku menziarahi kubur Nabi Saw.’ sedang Imam Malik adalah orang paling alim dalam bab ini, dan penduduk Madinah adalah paling alimnya wilayah dalam bab ini, dan Imam Malik adalah imamnya penduduk Madinah. Seandainya terdapat sunnah dalam hal ini dari Rasulullah Saw. yang di dalamnya terdapat lafaz ‘menziarahi kuburnya’, niscaya tidak akan tersembunyi (tidak diketahui) hal itu oleh para ulama ahli Madinah dan penduduk sekitar makam beliau –demi bapak dan ibuku .”

Kaum Salafi & Wahabi, bahkan imam mereka yaitu Ibnu Taimiyah tampaknya salah paham terhadap ungkapan Imam Malik tersebut. Imam Malik adalah orang yang sangat memuliakan Rasulullah Saw., sampai-sampai ia enggan naik kendaraan di kota Madinah karena menyadari bahwa tubuh Rasulullah Saw. dikubur di tanah Madinah, sebagaimana ia nyatakan, “Aku malu kepada Allah ta’ala untuk menginjak tanah yang di dalamnya ada Rasulullah Saw. dengan kaki hewan (kendaraan-red)” (lihat Syarh Fath al-Qadir, Muhammad bin Abdul Wahid As-Saywasi, wafat 681 H., Darul Fikr, Beirut, juz 3, hal. 180). Bagaimana mungkin sikap yang sungguh luar biasa itu dalam memuliakan jasad Rasulullah Saw. seperti menganggap seolah beliau masih hidup, membuatnya benci kepada orang yang ingin menziarahi makam Rasulullah Saw.? Sungguh ini adalah sebuah pemahaman yang keliru.

Imam Ibnu Hajar al-Asqallani, di dalam kitab Fathul-Bari juz 3 hal. 66, menjelaskan, bahwa Imam Malik membenci ucapan “aku menziarahi kubur Nabi saw.” adalah karena semata-mata dari sisi adab, bukan karena membenci amalan ziarah kuburnya. Hal tersebut dijelaskan oleh para muhaqqiq (ulama khusus) mazhabnya. Dan ziarah kubur Rasulullah Saw. adalah termasuk amalan yang paling afdhal dan pensyari’atannya jelas, dan hal itu merupkan ijma’ para ulama.

Artinya, kita bisa berkesimpulan, setelah mengetahui betapa Imam Malik memperlakukan jasad Rasulullah Saw. yang dikubur di Madinah itu dengan akhlak yang luar biasa, seolah seperti menganggap beliau masih hidup, maka ia pun lebih suka ungkapan “aku menziarahi Rasulullah Saw.” dari pada ungkapan “aku menziarahi kubur Rasulullah Saw.” berhubung banyak hadis mengisyaratkan bahwa Rasulullah Saw. di dalam kuburnya dapat mengetahui, melihat, dan mendengar siapa saja yang menziarahinya dan mengucapkan salam dan shalawat kepadanya. Sepertinya Imam Malik tidak suka Rasulullah Saw. yang telah wafat itu diperlakukan seperti orang mati pada umumnya, dan asumsi ini dibenarkan oleh dalil-dalil yang sah.

Ibnu Taimiyyah sendiri dalam Iqtidha-us Shiratul-Mustaqim halaman 397, menuturkan apa yang pernah diriwayatkan oleh Ibnu Wahb mengenai Imam Malik bin Anas. “Tiap saat ia (Imam Malik) mengucap kan salam kepada Nabi saw., ia berdiri dan menghadapkan wajahnya ke arah pusara Nabi saw., tidak kearah kiblat. Ia mendekat, mengucapkan salam dan berdo’a, tetapi tidak menyentuh pusara dengan tangannya”

Imam Nawawi didalam kitabnya yang berjudul Al-Idhah Fi Babiz-Ziyarah mengetengahkan juga kisah itu. Demikian juga didalam Al-Majmu jilid VIII halalam 272.

Al-Khufajiy didalam Syarhusy-Syifa menyebut, bahwa As-Sabkiy mengata- kan sebagai berikut: “ Sahabat-sahabat kami menyatakan, adalah mustahab jika orang pada saat datang berziarah ke pusara Rasulallah saw. meng- hadapkan wajah kepadanya (Rasulallah saw) dan membelakangi Kiblat, kemudian mengucapkan salam kepada beliau saw., beserta keluarganya (ahlu-bait beliau saw.) dan para sahabatnya, lalu mendatangi pusara dua orang sahabat beliau saw. (Khalifah Abubakar dan Umar –radhiyallhu ‘anhuma). Setelah itu lalu kembali ketempat semula dan berdiri sambil berdo’a “. (Syarhusy-Syifa jilid III halaman 398).

Dengan demikian tidak ada ulama yang mengatakan cara berziarah yang tersebut diatas adalah haram, bid’ah, sesat dan lain sebagainya, kecuali golongan Wahabi/Salafi dan pengikutnya.

Ada lagi dari golongan pengingkar yang melarang ziarah kemakam Nabi saw. dengan alasan hadits berikut ini: “Jangan susah-payah bepergian jauh kecuali ke tiga buah masjid; Al-Masjidul-Haram, masjidku ini (di Madinah) dan Al-Masjidul-Aqsha (di Palestina)”.

Sebenarnya hadits diatas ini berkaitan dengan masalah sembahyang jadi bukan masalah ziarah kubur. Yang dimaksud hadits tersebut ialah ‘jangan bersusah-payah bepergian jauh hanya karena ingin bersembahyang di masjid lain, kecuali tiga masjid yang disebutkan dalam hadits itu’. Karena sembahyang disemua masjid itu sama pahalanya kecuali tiga masjid tersebut. Makna ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Hanbal yaitu Rasulallah saw. pernah bersabda: “Orang tidak perlu bepergian jauh dengan niat mendatangi masjid karena ingin menunaikan sholat didalamnya, kecuali Al-Masjidul-Haram(di Makkah), Al-Masjidul- Aqsha (di Palestina) dan masjidku (di Madinah)” Imam Al-Hafidz Ibnu Hajar mengatakan bahwa hadits ini terkenal luas (masyhur) dan baik.

Hadits yang semakna diatas tapi sedikit perbedaan kalimatnya yang di riwayatkan oleh ‘Aisyah ra. dan dipandang sebagai hadits baik dan masyhur oleh Imam Al-Hafidz Al-Haitsami yaitu: “Orang tidak perlu berniat hendak bepergian jauh mendatangi sebuah masjid karena ingin menunaikan sholat didalamnya kecuali Al-Masjidul-Haram, Al-Masjidul-Aqsha (di Palestina) dan masjidku ini (di Madinah)” . (Majma’uz-Zawa’id jilid 4/3). Dan beredar banyak hadits yang semakna tapi berbeda versinya.

Dengan demikian hadits-hadits diatas ini semuanya berkaitan dengan sholat bukan sebagai larangan untuk berziarah kubur kepada Rasulallah saw. dan kaum muslimin lainnya!

Bila alasan pelarangan ziarah kubur Rasulullah Saw. itu kemudian dikaitkan dengan larangan mengupayakan perjalanan (syaddur-rihal) kecuali kepada tiga masjid (Masjidil-Haram, Masjid Nabawi, & Masjidil-Aqsha) yang terdapat di dalam hadis Rasulullah Saw., maka makin terlihatlah kejanggalannya. Karena dengan begitu, segala bentuk perjalanan (termasuk silaturrahmi kepada orang tua atau famili, menuntut ilmu, menunaikan tugas atau pekerjaan, berdagang, dan lain-lain) otomatis termasuk ke dalam perkara yang dilarang, kecuali perjalanan hanya kepada ke tiga masjid tersebut. Di sinilah para ulama meluruskan pengertiannya, bahwa pada hadis tersebut terdapat ‘illat (benang merah) yang membuatnya tidak mencakup keseluruhan bentuk perjalanan, yaitu adanya kata “masjid”. Sehingga dengan begitu, yang dilarang adalah mengupayakan dengan sungguh-sungguh untuk melakukakan perjalanan kepada suatu masjid selain dari tiga masjid yang utama tersebut, karena nilai ibadah di selain tiga masjid itu sama saja atau tidak ada keistimewaannya.

Semoga hal ini bermanfaat untuk menangkal aqidah buruk wahabi yang melarang ziarah kubur.

About these ads

Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 720 other followers

%d bloggers like this: