Posted by: Habib Ahmad | 24 Ogos 2010

APAKAH TANDA HITAM DI DAHI (Jidat) MERUPAKAN SUNNAH ?

APAKAH TANDA HITAM DI DAHI (Jidat) MERUPAKAN SUNNAH ?Published on August 23, 2010 in Artikel Islam. 2 Comments

Tidak pernah ada riwayat bahwa Rasul saw berbekas hitam didahinya, namun ada riwayat bahwa para sahabat ada yg berbekas seperti itu,

Tetapi ada firman Allah swt : “Muhammad adalah utusan Allah, dan yg beriman bersamanya tegas terhadap orang kafir dan berlemah lembut sesama mereka, kalian lihat mereka ruku dan sujud untuk mencari anugerah dan keridhoan Allah, tanda mereka adalah bekas sujud di wajah mereka..” (QS AL Fath 29).

Nah.. sebagian saudara saudara kita mengira bahwa yg dimaksud tanda bekas sujud itu adalah bekas hitam itu, maka mereka membentur2kan kepalanya dg keras saat sujud agar dahinya bertanda hitam.., lucu sekali, aduh.. betapa mereka tak mengerti makna ayat itu, padahal yg dimaksud adalah cahaya sujud yg terbersit di wajah, yaitu tanda sujud yg terus menerangi wajah mereka hingga di barzakh dan dihari kiamat.

Kalau yg dimaksud adalah tanda hitam itu maka bila telah dikubur maka tubuh membusuk maka sirnalah tanda itu, dan tak pernah teriwayatkan bahwa Nabi saw memiliki tanda itu.

Lalu bagaimana dg Budha yg memiliki juga tanda itu?, tak payah bersujud namun cukup menandainya, tentunya buka itu yg dimaksud, tapi cahaya sujud yg terlihat di wajah mukminin.

Habib Munzir Al-Musawa

About these ads

Responses

  1. subbhanallah penjelasan yang bagus dan luar biasa

  2. Syukron – syukron, penjelasan yang sangat berharga bagi semua umat Islam…..trimakasih habib

  3. salam..

    sekiranya sudah ada tanda hitam, adakah perlu di hilangkan?

  4. “Muhammad adalah utusan Allah dan orang-orang yang bersama dengan dia bersikap keras terhadap orang-orang kafir,tetapi berkasih sayang sesama mereka.Kamu melihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya.Pada wajah mereka tampak tanda-tanda mereka bekas sujud.Demikianlah sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Taurat dan sifat-sifat mereka (yang diungkapkan) dalam Injil, yaitu seperti tanaman yang mengeluarkan tunasnya,kemudian tunas itu semakin kuat lalu menjadi besar dan tegak lurus di atas batangnya: tanaman itu menyenangkan hati penanam-penanamnya kerana Allah hendak menjengkelkan hati orang-orang kafir(dengan kekuatan orang-orang mukmin),Allah menjadikan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan di antara mereka,ampunan dan pahala yang besar,”{Al Quran surah Al-Fath 48:29 }


Tinggalkan Jawapan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Tukar )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Tukar )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Tukar )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

Kategori

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 725 other followers

%d bloggers like this: