Kisah Nabi Yusuf dan Zulaikha
Posted on Oktober 27, 2009 by sulaiman
Dalam sebuah hadith disebut, “Yusuf dikurniakan separuh kecantikan dunia” (Riwayat Bukhari dan Muslim dari Anas). Ibu angkatnya isteri Raja pada masa itu tertarik dengan kecantikannya dan menjemput perempuan-perempuan yang menempelaknya.
Yusuf [31] Maka apabila ia (Zulaikha) mendengar cacian mereka, dia pun menjemput mereka dan menyediakan satu jamuan untuk mereka, serta memberikan kepada tiap-tiap seorang di antara mereka sebilah pisau. dan pada ketika itu berkatalah ia (kepada Yusuf): “Keluarlah di hadapan mereka“. Maka ketika mereka melihatnya, mereka tercengang melihat kecantikan parasnya, dan mereka dengan tidak sedar melukakan tangan mereka sambil berkata: “Jauhnya Allah dari kekurangan! Ini bukanlah seorang manusia, ini tidak lain melainkan malaikat yang mulia!“.
Yusuf [32] (Zulaikha) berkata: “Inilah orangnya yang kamu tempelak aku mengenainya! Sebenarnya aku telah memujuknya berkehendakkan dirinya tetapi ia menolak dan berpegang teguh kepada kesuciannya; dan demi sesungguhnya kalau ia tidak mahu melakukan apa yang aku suruh tentulah ia akan dipenjarakan, dan akan menjadi dari orang-orang yang hina.”
Yusuf [33] Yusuf (merayu kehadrat Allah Taala dengan) berkata: “Wahai Tuhanku! Aku lebih suka kepada penjara dari apa yang perempuan-perempuan itu ajak aku kepadanya. dan jika Engkau tidak menjauhkan daripadaku tipu daya mereka, mungkin aku akan cenderung kepada mereka, dan aku menjadi dari orang-orang yang tidak mengamalkan ilmunya“.
Ibu angkatnya juga telah menggodanya dan apabila tidak berjaya dia menuduh Nabi Yusuf cuba mencabul kehormatannya. Akhirnya Nabi Yusuf dipenjarakan.
Yusuf [23]dan perempuan yang Yusuf tinggal di rumahnya, bersungguh-sungguh memujuk Yusuf berkehendakkan dirinya; dan perempuan itupun menutup pintu-pintu serta berkata: “Marilah ke mari, aku bersedia untukmu“. Yusuf menjawab: “Aku berlindung kepada Allah (dari perbuatan yang keji itu); sesungguhnya Tuhanku telah memeliharaku dengan sebaik-baiknya; sesungguhnya orang-orang yang zalim tidak akan berjaya“.
Yusuf [24] dan sebenarnya perempuan itu telah berkeinginan sangat kepadanya, dan Yusuf pula (mungkin timbul) keinginannya kepada perempuan itu kalaulah ia tidak menyedari kenyataan Tuhannya (tentang kejinya perbuatan zina itu). Demikianlah (takdir Kami) untuk menjauhkan dari Yusuf perkara-perkara yang tidak baik dan perbuatan-perbuatan yang keji, kerana sesungguhnya ia dari hamba-hamba Kami yang dibersihkan dari segala dosa.
Yusuf [25] dan mereka berdua pun berkejaran ke pintu, serta perempuan itu mengoyakkan baju Yusuf dari belakang; lalu terserempaklah keduanya dengan suami perempuan itu di muka pintu. Tiba-tiba perempuan itu berkata (kepada suaminya): tidaklah ada balasan bagi orang yang mahu membuat jahat terhadap isterimu melainkan dipenjarakan dia atau dikenakan azab yang menyiksanya”.
Yusuf [26] Yusuf pula berkata: “Dia lah yang memujukku berkehendakkan diriku“. (Suaminya tercengang mendengarnya) dan seorang dari keluarga perempuan itu (yang ada bersama-sama) tampil memberi pendapatnya dengan berkata:” “Jika baju Yusuf koyak dari depan maka benarlah tuduhan perempuan itu, dan menjadilah Yusuf dari orang-orang yang dusta.
Yusuf [27] Dan jika bajunya koyak dari belakang, maka dustalah perempuan itu, dan Yusuf adalah dari orang-orang yang benar“.
Yusuf [28] Setelah suaminya melihat baju Yusuf koyak dari belakang, berkatalah ia: “Sesungguhnya ini adalah dari tipu daya kamu orang-orang perempuan; sesungguhnya tipu daya kamu amatlah besar pengaruhnya.



















17 Habaib Berpengaruh Di Indonesia
Biografi & peranan para Ulama zuriat Rasulullah S.A.W.
RM29.50
Habib Abdullah Al-Haddad mengungkapkan kepiluan hatinya saat para waliyullah pergi meninggalkan dunia fana. Betapa tidak, para waliyullah itulah yang senantiasa menyemarakkan bumi dengan munajatnya kepada Sang Khaliq
Obat Hati - RIngkasan Ihya' Ulumuddin daripada saduran ceramah Habib Umar bin Hafidz
Thariqah 'Alawiyah - ''Thariqah 'Alawiyyah merupakan tarekat sederhana, yang tidak berbunga-bunga, yang lebih menekankan aspek akhlak atau amali dalam praktik kesufian
Al-Allamah Syyid Muhammad bin salim bin Hafidz Al-Alawi Al-Husaini, ayah Habib Umar bin Hafidz, mencoba menguraikan hukum-hukum yang harus diketahui oleh kaum wanita dan adab-adab yang harus mereka terapkan, juga memberikan nasihat-nasihat berharga, yang berguna bagi kaum wanita.
Jalan Nan Lurus Sekilas Pandang Tarekat Bani 'Alawi ialah sebuah buku yang membicarakan tentang asal-usul keturunan Rasululullah SAW dan ulama-ulama yang berasal dari keturunan baginda SAW
Dikarang oleh Habib Novel bin Muhammad al-Idrus. Antara tajuk perbahasan ialah, Makna berkah,Mencari berkah dll
Rasulullah SAW. Mempunyai Keturunan & Allah SWT Memuliakannya
Pengarang: Ir. Sayyid Abdussalam Al-Hinduan, M.B.A.
Penerbit: Cahaya Hati, Cetakan 1 Februari 2008
Terdapat 2 jilid dalam Jilid pertama penulis membahaskan seputar permasalahan Ziarah Kubur, Tawassul dan Tahlil dan jilid kedua seputar Maulidur Rasul-sunnah atau bid'ah
Buku ini ditulis oleh KH Drs. Habib Syarief Muhammad Alaydarus, buku ini lebih baik dari segi isinya, susunan huruf dan baris arabnya dan makna terjemahannya
Bertanya adalah kunci untuk memahami rahasia-rahasia ilmu dan menyingkap kegaiban yang tersimpan dalam hati oleh Oleh Naufal (Novel) Muhammad Al-‘Aidarus
Buku ini ditulis oleh ulama besar berkaliber internasional yang berasal dari Hadhramaut, Yaman, yakni Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz.
Adda’i ilallah Al-Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syaikh Abubakar bin Salim dikenal memiliki kelebihan dalam menyampaikan nasihat-nasihatnya, sehingga menyentuh hati orang yang mendengarkannya
Hidup adalah pengembaraan di atas samudera luas. Tiada hari tanpa digoyang gelombang. Belum lagi tiupan badai, yang tak jarang membuat seseorang berputus asa. Penuntun itu adalah petunjuk Allah SWT melalui Rasul-Nya, Muhammad SAW. Ajaran beliau adalah kompas hidup terbaik. Dan inilah yang disajikan oleh Husein Anis Habsyi, cicit pengarang Maulid Simthud Durar, Habib Ali bin Abdurrahman Al-Habsyi
Shalat adalah ruh segala amal, hakikat tingkat hubungan seorang hamba dengan sang Khalik, rahasia keindahan wujud sejak dahulu kala, dan menjadi perantara munculnya cahaya yang tersembunyi dibalik jasmani karangan Habib Hassan Al Jufri.
Buku ini akan memberikan insight (pemahaman) tentang misteri manusia dan aktivitas abstrak yang memotivasi amal mereka. Buku ini membahas seluk beluk hawa dan nafs karangan Habib Muhammad Abdullah Al-Idrus
Oleh: Al-Allamah al-Habib Ali bin Hasan al-Aththas
Buku ini merupakan terjemahan Al ‘Athiyyatul Haniyah karya Al-Allamah al-Habib Ali bin Hasan al-Aththas, seorang ulama terkenal di abad ke 12 H khususnya di wilayah Hadramaut, Yaman.Buku ini berisi tentang wasiat-wasiat yang sangat penting untuk diketahui dan diamalkan oleh kaum muslimin yang mengharapkan keridhaan Allat SWT serta kebahagian di dunia dan di akhirat.
Sayyid Muhammad bin Ahmad Asy-Syathiri berusaha mencoba merangkum dan menjabarkan risalah tentang hikmah shalat lima waktu ini dengan bahasa yang simple dan mudah dipahami
Buku ini merupakan pilihan dari 2 kitab karya Habib Abdullah bin Alwi Al-Haddad yakni Nafaisul ‘Uluwiyyah fil Masailis Shufiyyah dan Ithafus Sail Bijawabil Masail, kedua kitab ini memuat kumpulan soal Tanya jawab tasawuf dari persoalan-persoalan yang sangat sederhana sampai yang paling pelik.

Komen Terbaik